Transfer Knowledge Belum Jalan di Banyak Perusahaan

Mobilitas yang tinggi dan rendahnya loyalitas dalam dunia kerja dewasa ini membuat pengetahuan tidak selalu berpindah dengan lancar dari generasi lama ke generasi baru dalam organisasi. Ditambah, organisasi sendiri tidak memiliki rencana pengelolaan transfer pengetahuan dalam strategi mereka.

Demikian diungkapkan oleh Mature Workforce Program Leader pada The Conference Board Diane Piktialis. “Seiring dengan makin dekatnya masa pensiun bagi para pemimpin perusahaan dari generasi lama, bisnis di berbagai negara di seluruh dunia dihadapkan pada hilangnya pengalaman dan pengetahuan dalam skala yang belum pernah terjadi,” ujar dia.
Menurut Piktialis, para pekerja dari generasi yang lebih muda sekarang masih kekurangan pengalaman untuk mengembangkan keahlian mereka secara mendalam. “Mereka juga cenderung berpindah-pindah tempat kerja,” tambah dia.

Diingatkan, orang tidak bisa berharap bahwa pengetahuan akan dengan sendirinya menular dari generasi lama ke generasi baru. Oleh karenanya, penting artinya untuk mengindentifikasi dan mengevaluasi apa yang perlu ditularkan dari para eksekutif perusahaan ke bawahannya. “Penting juga bagi perusahaan untuk memvalidasi dan mendokumentasikan pengetahuan yang mereka miliki. Usaha untuk mentransfer pengetahuan akan berhasil jika melibatkan kedua belah pihak, baik sumber pengetahuan itu maupun penerimanya,” saran Piktialis.

Lama dan Rumit

Banyak orang mungkin berpikir, transfer pengetahuan antargenerasi dalam organisasi merupakan pekerjaan yang rumit dan akan banyak menyita waktu. Menurut Program Director Learning&Knowledge Management Council pada The Conference Board Kent Greenes, anggapan semacam itu tak sepenuhnya benar.

“Kalau dibayangkan prosesnya memang kelihatan lama dan rumit, tapi itu sering bisa terjadi dengan cepat dalam praktiknya,” ujar dia. Hanya saja diingatkan, untuk sejumlah pengetahuan pada bidang tertentu memang diperlukan usaha yang lebih, misalnya dengan membuat buku panduan.Selain itu Greenes juga mengingatkan bahwa silang generasi dalam organisasi sekarang sangat kompleks. Setidaknya ada 4 generasi, dari baby boomer, X, Y hingga yang terbaru, Platinum. “Diperlukan pemahaman pada gaya belajar dan adaptasi masing-masing generasi,” tandas dia.

Transfer pengetahuan diperlukan untuk memperlanjar pertumbuhan bisnis. “Keuntungannya banyak, termasuk meningkatkan produktivitas, profit dan pertumbuhan,” ujar Greenes. “Dalam knowledge economy, pengetahuan sangat penting bagi kesinambungan, kinerja dan inovasi organisasi,” tambah dia.

Tags: