Training Bukan Sarana Menaikkan Gaji

Banyak karyawan masih memiliki pemahaman yang salah mengenai training. Biasanya, setelah mengikuti training, kualitas kerja menjadi lebih baik dan produktivitas makin tinggi. Sehingga, karyawan yang bersangkutan merasa memiliki alasan untuk meminta kenaikan gaji.

“Meskipun setelah training, skill meningkat dan kerja lebih baik, tapi soal (kenaikan) gaji terkait dengan banyak faktor,” tegas Managing Director OborCipta Raja Bambang Sutikno ketika menjadi narasumber dalam acara Human Resource Indonesia (HRI) Forum di Kampus MM UI, Salemba, Sabtu (27/1/07).

Menurut Sutikno, kesalahpahaman seperti itu bukan sepenuhnya kesalahan karyawan, melainkan ditopang juga oleh kebiasaan perusahaan yang cenderung suka menjanjikan sesuatu kepada karyawannya. “Jangan menjanjikan sesuatu, tapi berilah peluang,” saran Sutikno.

Dicontohkan, misalnya jika perusahaan hendak menaikkan gaji karyawan, jangan dengan menjanjikan “setelah training, gajimu naik”. Tapi, “kalau kau mau naik gaji, harus bekerja lebih rajin.” Dalam hemat Sutikno, pernyataan yang bersifat memberi peluang seperti itu bisa memotivasi karyawan.

Lebih jauh, mantan General Manager HRD & GA Division PT Mustika Ratu itu menandaskan bahwa training selalu dan akan terus dibutuhkan oleh perusahaan, apapun jenis industrinya. “Training is never ending activity,” rangkumnya. “Lebih-lebih di Indonesia yang kualitas SDM-nya rendah, training sangat penting,” tambah dia.

Diingatkan, pada hakikatnya, training adalah kegiatan yang berangkat dari kesadaran bahwa segala sesuatu itu harus dipersiapkan dengan baik. “Ibaratnya, bahkan buruh angkut pun harus di-training bagaimana mengangkut barang yang benar agar tidak cepat lelah, misalnya.”

Untuk lebih memperjelas, Sutikno membedakan antara training dan development. “Training itu untuk kebutuhan sekarang, agar kerja karyawan lebih baik, sedangkan development bertujuan mengantisipasi masa depan,” urai praktisi HR yang sudah berpengalaman di bidangnya selama 30 tahun itu.

Sutikno lalu berbagi pengalaman, bagaimana agar training mencapai maksud dan tujuannya. Pertama, perlu dilakukan analisis kebutuhan sebelum merancang program yang sesuai. Kedua, untuk training yang bersifat internal, perlu diadakan training khusus untuk para trainer.

Termasuk dalam training internal antara lain program motivasi, sosialisasi peraturan perusahaan dan product knowlegde/skill. Sedangkan, untuk training eksternal, misalnya seminar publik, pastikan topik training sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan bukannya keinginan karyawan saja.

Tags: ,