Towers Watson Gelar Seminar for Finance and HR Executives

Merancang employee benefits merupakan tantangan bagi perusahaan, khususnya praktisi HR. Di satu sisi mereka harus dapat mengatur paket benefit yang menarik dan kompetitif di pasar, di sisi lain mereka dituntut untuk bisa mengontrol biaya.

Inilah bahasan menarik dari seminar for Finance and HR Executives selama setengah hari yang diselenggarakan oleh Towers Watson (TW) di Jakarta, Selasa (2/11). Mengambil tema “What do global trends mean for employee benefits in Indonesia?”, tampil dua pembicara dari TW, yaitu Bob Charles, Managing Director TW Asia Pacific, dan I Gde Eka Sarmaja, Benefits Director TW Indonesia.

Bob mengupas tentang attraction dan retention, yang menurutnya sangat penting bagi perusahaan. “Tujuannya agar perusahaan tahu apa yang harus disediakan untuk karyawan agar betah bekerja di organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, I Gde Eka memaparkan tren pengelolaan dana pensiun, termasuk bagaimana melakukan perhitungan dari program pensiun, serta peraturan-peraturan yang harus diperhatikan dalam pengelolaanya. I Gde juga menyampaikan adanya perubahan dalam pengelolaan dana pensiun, khususnya mengenai pelaporan (reporting). “Saat ini reporting dana pensiun sesuai dengan standard reporting internasional,” ungkapnya.

Lilis Halim, Managing Director TW Indonesia, menjelaskan, tujuan diadakannya seminar setengah hari ini adalah memberikan edukasi kepada klien-kliennya. “Ini perlu dilakukan mengingat tren yang terus berubah. Tahun 2008 – 2009 kita mengalami krisis, dan pada 2010 kondisi perekonomian sudah membaik,” tutur Lilis.

Dalam situasi seperti sekarang ini, Lilis menganggap wajar jika ada persaingan di antara perusahaan dalam mendapatkan talent-talent terbaik di pasar. “Setelah mengetahui perubahan-perubahan ini, para peserta diharap menjadi lebih peduli terhadap para talent,” katanya. Dengan begitu, lanjut Lilis, praktisi HR jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan dan mempertahankan best talent sesuai kebutuhan perusahaan, serta menyesuaikannya dengan perkembangan ekonomi.

Peserta yang menghadiri seminar ini, diungkapkan Lilis, mewakili sekitar 50 perusahaan yang berasal dari Jakarta, Purwakarta, dan Cibitung. Ia menambahkan, acara seperti ini akan menjadi agenda reguler dan diusahakan selalu diselenggarakan setiap kuartal. Selain sebagai ajang untuk memberikan informasi terkini, Lilis berharap, acara seperti ini menjadi tempat berkumpulnya para klien yang dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman atau sharing session. â–  Rudi Kuswanto

Tags: