Titel MBA (Saja) Tidak Cukup

Menempuh studi MBA telah menjadi pilihan banyak kalangan profesional untuk memuluskan laju karir mereka. Namun, titel yang didapat dari jenjang pendidikan bergengsi tersebut sebenarnya bukan tiket untuk menembus level top executive.
Hanya satu dari 5 eksekutif yang percaya bahwa MBA mempersiapkan orang untuk deal dengan tantangan-tantangan yang harus dihadapi seorang manajer. Demikian hasil riset Egon Zehnder International, sebuah lembaga pencarian eksekutif di AS.

Survei dilakukan secara mendalam terhadap 133 orang top executive pada perusahaan-perusahaan global di AS, Inggris, Prancis dan Jerman. Dan, menemukan bahwa kurang dari seperempat (24%) eksekutif AS merasa bahwa MBA memberikan persiapan yang bagus dan memadai untuk posisi-posisi pimpinan perusahaan.

Hal yang sama juga berlaku untuk kurang dari sepertiga (29%) eksekutif di Inggris, sementara lebih dari separo (54%) eksekutif Prancis dan 45% Jerman setuju dengan pendapat itu.

“Hasil jajak pendapat itu menunjukkan bahwa kalangan eksekutif di berbagai negara melihat MBA sebagai ‘papan luncur’ yang bagus (bagi karir seseorang), tapi benar-benar tak lebih dari itu,” simpul Co-Managing Partner Egon Zehnder International  George Davis.

Menggarisbawahi kesimpulan tersebut, tiga perempat dari eksekutif yang diwawancarai setuju pada pernyataan yang mengatakan, “Jika yang Anda tahu hanya soal bisnis, maka Anda tidak tahu apa-apa tentang bisnis.”

dengan kata lain, mereka sepakat bahwa MBA tak lagi dilihat sebagai langkah penting dalam jalur bisnis. Tapi, pendapat mereka terbelah mengenai karakteristik-karakteristik esensial yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif.

Bagi eksekutif Inggris dan AS, perilaku yang beretika menempati urutan pertama yang harus dimiliki. Eksekutif Prancis dan Jerman juga mengakui bahwa etika sangat penting, tapi mereka menganggap karisma personal sebagai satu-satunya yang terpenting dari seorang pemimpin.

Pada sisi lain, terdapat kesepakatan antara eksekutif AS dan Prancis ketika menjawab pertanyaan tentang sumber pendidikan terbaik bagi calon eksekutif. Hampir tiga perempat (Amerika) dan 7 dari 10 (Prancis) menyebut universitas dan college sebagai yang terbaik di dunia.Yang cukup menarik, 4 dari 10 eksekutif Inggris merasa bahwa AS merupakan tempat ideal untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Bagi George Davis, survei tersebut menyerukan satu pesan penting bagi kalangan manajer yang memegang keputusan untuk meng-hire orang. “Jangan sampai (titel) MBA mempengaruhi Anda dalam seleksi karyawan.”

Tags: