Tiongkok Sedang Galakkan Program Kejuruan

Tahukah Anda? Bahwa Amerika dan Tiongkok memiliki pendekatan yang sama dalam bidang pendidikan. Sama halnya dengan Amerika, Tiongkok menghasilkan 7 juta sarjana setiap tahunnya dan mereka semua selalu menghadapi permasalahan yang sama, sulit dalam mencari pekerjaan.

Tiongkok/China memiliki pendekatan baru untuk memperbaiki sistem pendidikan mereka. Dimana para anak muda akan lebih diarahkan untuk memasuki pendidikan berbasis vokasional atau kejuruan, dibandingkan dengan sekolah menengah biasa dan universitas untuk pembelajaran akademik. Perlu Anda ketahui bahwa China memiliki sekolah menengah vokasi dan universitas vokasi.

“Peningkatan perekonomian China perlu ditunjang dengan pengembangan kualitas produk dan pelayanan dari China,” ungkap Li Keqiang, selaku pembicara pada National Vocational Education Confab di Beijing pada 23 Juni lalu. “Bayangkan dalam skala dan tingkatan produk maupun pelayanan dari China membutuhkan hingga 900 juta tenaga kerja, yang dapat dilatih hingga memiliki kemampuan tingkatan menengah maupun tingkatan atas.”

Baca juga: Pekerja Berpendidikan SD Masih Dominan

Suatu panduan yang diterbitkan oleh China’s State Council menunjukan peningkatan angka murid yang terdaftar dalam institusi vokasional, yang saat ini sebanyak 29,34 juta murid, dan diramalkan akan mencapai 38.3 juta murid pada tahun 2020. Jika dijumlah, secara keseluruhan maka pada tahun 2020 akan terdapat 23.5 juta murid yang menuntut ilmu di sekolah menengah vokasi dan 14.8 juta murid di universitas vokasi. Program ini akan dijalankan selama dua sampai tiga tahun.

Lebih dari 600 universitas di Tiongkok telah diubah menjadi universitas vokasi, dimana sebelumnya Tiongkok telah memiliki 1.300 universitas yang berhasil mencetak 6 juta sarjana pada tahun lalu. Meskipun Tiongkok sudah menjadi Negara yang memiliki institusi vokasional terbanyak di dunia, hingga mencapai 13.600 sekolah menengah dan universitas, namun keseluruhannya mengalami kekurangan dana. Tidak hanya itu, mereka juga membutuhkan fasilitas baru dan fakultasnya masih terbatas, menurut Ge Daokui, direktur yang bertanggung jawab atas pendidikan vokasional di kementerian pendidikan.

Kebijakan pendidikan nasional memulai untuk memperbaiki permasalahan tersebut, dengan cara menambahkan anggaran dana untuk insitusi vokasional. Kebijakan baru juga dinilai mampu mampu untuk mendorong munculnya akademi kejuruan swasta dengan menawarkan pinjaman preferensial serta kebijakan pajak yang menguntungkan.

Meyakinkan orang tua untuk membiarkan anak mereka memilih institusi vokasional, dibandingkan institusi akademik, memang bukan hal yang mudah. Seperti yang kita ketahui dengan baik, bahwa memiliki gelar dari universitas akan meninggikan status sosial seseorang. Namun melihat dukungan dibalik kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan, Beijing kemudian mencoba untuk merubah sikap tersebut.

“Sekarang, pemimpin besar  seperti Li Keqiang, sedang memperbaharui pendidikan vokasional,” ungkap Liu Qiaoli, selaku peneliti dari Beijing-based National Institute of Education Science, dimana merupakan tangan kanan penelitian kementerian pendidikan. “Li Keqiang dapat menghubungakn kehidupan seseorang dengan perkembangan Negara dan ia juga menyebarkan informasti terkait betapa pentingnya pendidikan vokasional.”

Baca juga: Industri Butuh Banyak Lulusan SMK

Tags: ,