Tingkat Stress Karyawan Meningkat

Stres telah menjadi bagian hidup para pekerja. Berdasarkan survei yang dilakukan Canada Life, lebih dari setengah karyawan di Inggris merasa tingkat stres mereka bertambah dibanding tahun lalu.

Survei yang dilakukan terhadap lebih dari 1.100 karyawan itu, seperempatnya mengatakan mereka terlalu banyak bekerja dan tidak bisa memiliki work-life balance. Yang mengejutkan 22% dari mereka mengaku terlalu takut untuk meminta bantuan kepada rekan dan atasannya.

Hampir setengahnya (48%) mengakui bahwa kekhawatiran mereka itu berdampak negatif kepada kehidupan kerja mereka, hasilnya 1 dari 10 responden yang ditanya memilih cuti dari pekerjaan sebagai akibatnya.

Penelitian ini juga mengungkap simpati bos kepada bawahannya. Sekitar 17% responden mengaku bahwa mereka tidak menerima dukungan dari atasannya meskipun hal itu sudah coba disampaikan. Sedangkan hanya 20% atasan yang bisa memahami kecemasan mereka.

Akibat tekanan tersebut, 31% dari mereka mengaku memiliki tingkat produktivitas dan konsentrasi mereka menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Paul Alvis selaku marketing director dari grup Canada Life menyampaikan bahwa faktor ekonomi merupakan pemicu meningkatnya stress di kalangan karyawan. “Perekonomian yang sulit dan banyaknya musim perayaan membebani keuangan seseorang, masalah keuangan adalah sumber yang besar dari stres,” ujar Alvis.

Isu stres pada karyawan ini seharusnya menjadi perhatian khusus perusahaan khususnya pimpinan. Alvin mengkhawatirkan stres yang berlanjut akan menurunkan produktivitas mereka dan merugikan perusahaan. “Tingkat stres yang meningkat dibandingkan tahun lalu mengakibatkan 10 karyawan mengambil cuti kerja. Efek negatif lainnya adalah penurunan konsentrasi dan produktivitas kerja. Statistik ini praktis menunjukkan bahwa peran pemimpin sangat dibutuhkan dalam isu ini,” ujar Alvin.

Seharusnya seorang karyawan tidak boleh merasa malu untuk mengungkapkan beban stress mereka kepada atasan kerjanya. “Karena stres akan berakibat buruk kepada kehidupan mereka,” tambah Alvin.

“Kini adalah saatnya para pengusaha menilai kembali seberapa besar dukungan mereka kepada pekerjanya,” jelas Alvin.

Tags: ,