Telkom dan Adira Mendapat Apresiasi dalam Pengelolaan SDM

PT Telkom dan Adira Finance mendapatkan apresiasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Apresiasi terutama ditujukan terhadap aspek Employee Engagement dan Human Capital Management System yang mereka terapkan.
Apresiasi tersebut diberikan oleh Majalah Human Capital yang bekerja sama dengan Dunamis Consulting menggelar "Indonesia Human Capital Study" (IHCS). Tak kurang dari 25 perusahaan berpartisipasi dalam studi ini, termasuk Indosat, Pertamina, Pfizer. XL, BII dan Danamon.
"
Kalau dikategorikan, ada 8 perusahaan keuangan, 5 telekomunikasi, 4 barang konsumsi dan selebihnya kita kategorikan ke dalam lain-lain," jelas Human Capital Solution Head Dunamis M Hamdani ketika mempresentasikan hasil-hasil temuan IHCS 2009 di Jakarta, pekan lalu.
Head of Consulting Group Dunamis Alex Denni menegaskan, "Ini bukan ajang perlombaan atau award, tapi merupakan bentuk apresiasi kita pada praktik-praktik yang terbaik, yang tujuannya untuk mencari bench mark di dalam negeri."
Gambaran
M Hamdani mengakui, hasil temuan IHCS yang baru pertama kali diadakan di Indonesia ini masih bersifat umum. Namun, dari temuan tersebut diharapkan masyarakat HR mendapatkan gambaran yang bisa dijadikan pijakan untuk perbaikan ke depan.
Hamdani menemukan antara lain tingkat turn-over karyawan tertinggi terjadi di industri keuangan, dengan angka rata-rata di atas dua digit. Sedangkan untuk industri telekomunikasi, trennya terus meningkat.
Ditemukan juga bahwa yang paling diinginkan karyawan dari perusahaan adalah kesempatan dan fasilitas pengembangan kompetensi, baik hard skill maupun soft skill, yang berkesinambungan. Di samping, tentu saja, jenjang karier yang jelas, evaluasi yang transparan dan sistem reward/punishment yang adil.
Ketika sampai pada soal tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam menerapkan Human Capital Management System, IHCS menemukan bahwa keluhan terbanyak adalah mengenai talent management dan pengukuran kinerja.