“Teleworking” Makin Populer di Seluruh Dunia

Umumnya para manajer, jika ditanya, mungkin akan memilih untuk tetap bisa menyaksikan kehadiran anak buah atau anggota tim yang mereka kelola. Namun, malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih, seiring dengan dunia yang semakin mengglobal dan terhubung, hari-hari dimana karyawan hadir di kantor akan mulai berlalu.
Jumlah orang yang bekerja (jarak jauh) dari rumah telah meningkat secara dramatis dalam empat tahun terakhir, demikian hasil survei yang dilakukan oleh Confederation of British Industry (CBI) dan perusahaan perekrutan Pertemps di Inggris.
Hampir separo dari 500 pemimpin bisnis yang disurvei mengatakan, kini mereka memberikan fasilitas kerja jarak jauh kepada karyawan mereka. Angka tersebut merupakan peningkatan yang tajam dari 14% pada 2 tahun lalu dan 11% pada 2004.
Dari belahan dunia yang lain, sebelumnya survei serupa juga dilakukan di AS dan Kanada oleh World at Work, melibatkan 2700 kaum pengusaha dan menemukan, kerja jarak jauh mengalami puncak popularitasnya dalam 12 bulan terakhir.
Dilaporkan, lebih dari 4 dari 10 perusahaan di AS dan dengan prosentase yang hampir sama di Kanada kini “mengizinkan” karyawan mereka untuk bekerja dari rumah.
Bekerja dari rumah atau “teleworking” memang semakin menarik karena merupakan salah satu jawaban yang ampuh atas kesulitan ekonomi masyarakat global akibat kenaikan harga BBM dunia. Sebuah survei lain pada Juni 2008 yang dilakukan Telework Exchange mengungkapkan, mengizinkan karyawan bekerja dari rumah dua hari saja dalam sepekan bisa menghemat ekonomi negara (AS) lebih dari 38 miliar dolar setahun dalam belanja BBM.
Faktor (penghematan) biaya memang merupakan pemicu utama pertumbuhan “telecommuting” di seluruh dunia. Dengan bekerja dari rumah, perusahaan bisa menghemat hingga ke hal-hal “kecil” seperti kertas, tinta printer, di samping tentu saja menghindari kemacetan lalu lintas yang membuang-mbuang waktu.
Deputi Direktur Jenderal CBI John Cridland mengatakan, “Batasan-batasan tradisonal atas konsep “nine to five” di kantor semakin kabur. Para pemimpin perusahaan kini menyadari keuntungan dari <I>flexible working</I> seiring dengan kondisi ekonomi yang makin tak menentuk.”
Menurut Cridland, “teleworking” juga berperan penting dalam membantu karyawan menyeimbangkan komitmen-komitmen mereka terhadap keluarga. “Seiring teknologi yang semakin memudahkan dan memungkinkan hampir semua hal, tren ini akan terus meningkat,” tambah dia.

Tags: