Telat Ngantor? Awas, Potong Tunjangan!

Pernah dengar ada kantor yang menerapkan “kebijakan” potong gaji atau tunjangan untuk karyawan yang terlambat masuk kantor? Itu bukan sesuatu yang mengada-ada. Setidaknya, sudah mulai ada yang menerapkannya, yakni kantor direktorat pajak wilayah Bali.

Karyawan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Bali dikenai potongan Rp 400 ribu dari tunjangan remunerasinya jika terlambat masuk kantor. Agar akurat, mereka diwajibkan absen dengan sidik jari sebanyak 3 kali setiap hari.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Bali Zulfikar Thahar menegaskan, pegawai pajak tidak boleh terlambat, kecuali ada surat penugasan dari kantor. “Terlambat masuk jam 07.30, potong Rp 400 ribu per hari,” tandas dia di sela Pertemuan Akuntansi se-ASEAN di Hotel Santika, Kuta, Bali, Kamis (5/8/2010).

Selain itu, ungkap Zulfikar, pihaknya telah mewajibkan kepada para pegawai bagian pemeriksa untuk mengerjakan minimal 8 profil wajib pajak dalam sebulan. Di Bali terdapat 8 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang sampai saat ini sudah menyelesaikan sekitar 1200 profil wajib pajak dari target 1000 profil.

“Setiap KPP minimal 1000, sekarang sudah 1200 wajib pajak dibuat profilnya. Dengan begitu bisa mencakup 70% penerimaan di sana. Di kita ada 8 KPP madya yaitu Denpasar Timur, Barat, Badung Utara, Badung Selatan, Gianyar,Tabanan, dan Singaraja,” papar dia seperti dilaporkan Detikcom.

Dengan adanya kewajiban seperti itu, Zulfikar berharap tidak ada lagi pegawainya yang ‘bermain-main’ dalam bekerja. Apalagi kantor-kantor pajak kini juga memanfaatkan teknologi dengan program Multimedia Supercoridor dan Approweb untuk “memantau” karyawan.

“Di kantor saya, kita bisa lihat mereka melakukan apa saja dengan komputernya, apakah mereka buka link Luna Maya atau buka data wajib pajak, tapi tidak boleh buka data wajib pajak yang tidak di bawah pengawasannya. IP address-nya ketahuan,” Zulfikar memberi contoh.

Ditegaskan, jika ketahuan “macam-macam” maka grade atau peringkat karyawan yang bersangkutan akan diturunkan. Dan, hal itu pada akhirnya akan mempengaruhi penerimaan remunerasi. “Jadi, masing-masing sudah punya indikator kinerja individual,” ujar dia.

Tags: