Tarif Tak Naik, Efisiensi Karyawan Jadi Opsi Garuda

PT Garuda Indonesia akan mengefisiensikan jumlah karyawan untuk mengurangi biaya operasional. Langkah itu diambil jika tarif batas hanya naik 10 persen dari harga jual tiket saat ini. "Efisiensi yang paling mungkin dari segi sumber daya manusia," demikian tegas Direktur Operasi Garuda Ari Sapari di Jakarta, Rabu (17/2/10).
Ari menolak menggunakan istilah rasionalisasi atau memecat karyawan. Menurut dia, dalam sebuah perusahaan akan selalu ada seleksi alamiah. "Kalau satu pesawat bisa ditangani lima orang kenapa harus ada 10 orang," dalih dia.
Efisiensi itu diperkirakan bisa menekan biaya secara signifikan. Namun, Ari memastikan efisiensi tidak akan mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Lebih jauh Ari berharap, keputusan pemerintah soal tarif batas atas belum final. Diyakini pemerintah masih akan menghitung ulang kenaikan tarif batas atas tersebut.Pemerintah segera mengesahkan revisi Keputusan Menteri Nomor 9 Tahun 2002 tentang Tarif Pesawat Kelas Ekonomi.
Dalam draf final revisi itu pemerintah memutuskan tarif batas atas sudah memasukkan komponen biaya tambahan pengganti bahan bakar (fuel surcharge). Harga tiket dengan formula baru itu rata-rata hanya berbeda 10 persen dari harga saat ini. Tarif batas atas pun dibedakan tergantung tingkat pelayanan. Maskapai berlayanan maksimal boleh menerapkan 100 persen dari tarif batas atas. Sedangkan maskapai berlayanan menengah hanya boleh 90 persen dan pelayanan minimum 85 persen.Maskapai berlayanan maksimum keberatan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA) Tengku Burhanuddin sebelumnya mengatakan maskapai berlayanan maksimum menilai kenaikan itu terlalu kecil.

Tags: