Tanggung Jawab Sosial Dorong Employee Engagement

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki program-program kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sosial sekitar? Kalau sudah, maka beruntunglah. Sebab, karyawan yang puas dengan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) cenderung lebih positif, lebih merasa terikat dan lebih produktif dibandingkan dengan karyawan yang bekerja di perusahaan yang kurang “bertanggung jawab”.

Menurut penelitian yang dilakukan Sirota Survey Intelligence, komitmen yang besar terhadap CSR berdampak luas pada sikap-sikap karyawan, dan membantu mengembangkan pandangan-pandangan positif terhadap pimpinan perusahaan. Dari 1,6 juta karyawan di lebih dari 70 organisasi, tercatat 7 dari 10 memberikan acungan jempol atas komitmen pemimpin mereka terhadap CSR.

“Bisnis yang menyadari pentingnya tanggung jawab sosial biasanya memiliki karyawan yang cenderung lebih puas dengan pekerjaan mereka. Mereka mengadopsi nilai-nilai yang serupa dan menjadi lebih peduli untuk mensukseskan perusahaan,” ujar Presiden Sirota Survey Intelligence Douglas Klein.

Salah satu temuan yang mengejutkan dari survei tersebut adalah perbedaan penyikapan terhadap manajemen senior dalam organisasi yang memperlihatkan komitmen kuat terhadap CSR. Tujuh dari 10 karyawan dalam organisasi-organisasi tersebut menilai manajemen senior memiliki integritas tinggi, berbanding satu dari 5 karyawan yang memandang negatif komitmen CSR pemimpin mereka.

“Karyawan melihat CSR berhubungan dengan penilaian atas karakter kepemimpinan kalangan senior, dalam arti bahwa manajemen bisa bercermin dari situ untuk mengetahui apa yang mereka inginkan,” ujar Klein.

Fakta yang mirip juga ditemukan dalam menilai “sense of direction” manajemen senior. Dua dari tiga karyawan yang puas dengan komitmen CSR pimpinan mereka merasa bahwa manajemen senior memiliki “sense of direction” yang kuat, berbanding 18% karyawan di organisasi yang rendah komitmen CSR-nya.

“Ketika karyawan mempertanyakan waktu atau biaya yang dihabiskan untuk inisiatif-inisiatif sosial, pemimpin yang efektif akan menunjukkan peran strategis program-program tersebut dalam menyokong kepentingan-kepentingan bisnis,” kata Klein.

Pengaruh dari sikap-sikap positif semacam itu terhadap “employee engagement” juga sama mengejutkannya. Ketika karyawan berpikir positif tentang komitmen CSR organisasi, “employee engagement”-nya 86%. Namun, ketika karyawan berpikir negatif tentang aktivitas-aktivitas CSR pimpinannya, hanya 37% yang “highly engaged”.

Menurut Douglas Klein, perbedaan besar itu menggambarkan fakta bahwa rasa kebanggaan merupakan penggerak utama baik semangat maupun hasil. “Orang ingin diasosiasikan dengan sukses organisasi yang memiliki citra positif,” kata dia.
“Karyawan tidak memisahkan bahwa moral yang ini untuk karyawan dan yang itu untuk komunitas,” tambah dia.

“Komitmen pimpinan mereka atas tanggung jawab sosial perusahaan penting untuk menyampaikan bahwa aksi-aksi organisasi berada dalam interest terbaik mereka, dan dipersembahkan untuk memperlakukan mereka secara fair dan pantas.”

“Bagi karyawan, CSR dan sukses bisnis itu berjalan beriringan. Perusahaan-perusahaan yang mempertinggi reputasi mereka melalui CSR akan perform lebih baik dan membangkitkan loyalitas yang lebih besar dari karyawan,” simpul Klein.

Tags: