Tren Human Capital: Talent Mengalir ke Segala Arah

Empat tahun setelah krisis ekonomi global, dunia masih menghadapi masa yang penuh ketidakpastian. Perubahan, ketidakpastian, kompleksitas, kata-kata ini mewarnai seminar dua hari Singapore Human Capital Summit tanggal 19 dan 20 September yang lalu.

Tidak kurang dari Deputy Prime Minister Singapura pun mengetengahkan hal ini, dalam pidatonya yang membuka perhelatan dua hari itu. Menurut Tharman Shanmugaratman, Deputy Prime Minister yang merangkap Minister of Finance Singapura, ada 4 perubahan fundamental dalam dunia bisnis saat ini.

Pertama, negara-negara maju menghadapi kebutuhan untuk membuat penyesuaian besar dalam strategi fiskal dan ekonomi untuk mengembalikan keseimbangan antar generasi.

Kedua, China dengan beberapa negara yang sedang berkembang kini telah menjadi mesin utama dalam pertumbuhan global. Mereka telah menjadi pusat peluang baru bagi perusahaan-perusahaan dan ekonomi dari seluruh dunia.

Karena itu, kita pun akan melihat tren di mana talent tidak lagi bergerak ke arah negara-negara yang paling maju untuk mengejar karir yang lebih baik, tetapi ke segala arah.

Ketiga, teknologi akan terus menyebabkan transformasi industri. Revolusi IT yang walaupun bukan sesuatu yang baru, masih terus menyebabkan transformasi pada aktivitas ekonomi global.

Keempat, krisis akan lebih sering terjadi. Ia akan menjadi bagian dari “the new normal” dalam ekonomi global. Siklus ekonomi akan menjadi lebih singkat. Krisis menjadi lebih sulit untuk diprediksi, dan akan terjadi lebih sering. Menghadapi krisis, dan mencari peluang dari krisis, kini menjadi sebuah kapabilitas tersendiri dan akan menjadi strategi kompetitif yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan.

“Karena itulah semakin dibutuhkan manajemen human capital yang kuat. Kita harus mengembangkan dan memelihara orang-orang yang merasa nyaman bekerja di berbagai negara dan budaya. Kita harus mengembangkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dapat merespon cepat terhadap krisis, mengambil pelajaran dan mengkomunikasikan secara efektif dalam suasana krisis,” ujar Tharman.

Tantangan untuk menavigasi semua perubahan ini dengan percaya diri, mampu mengelola kompleksitas dan mengubahnya menjadi peluang, kini telah menjadi tantangan bagi semua perusahaan di seluruh dunia. (*/@mei168)

Tags: , ,