Talent War di 2012, Makin Intensif?

TAK hanya di negara berkembang, isu HR mengenai talent pool di negara maju ternyata menyusut pada tingkat yang mengkhawatirkan. Alasannya para baby boomer mulai memasuki masa pensiun, dan tingkat kelahiran di sebagian besar negara maju melambat secara dramatis.

Gawatnya, para pensiunan ini, meninggalkan kesenjangan besar dalam tenaga kerja karena mereka membawa pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga buat organisasi. Dalam artikel yang dimuat humanresourcesiq.com, dicontohkan AS menghadapi persalinan yang menyebabkan kekurangan orang sejak 2010 karena adanya penuaan populasi. Di sisi lain, Jerman tampaknya mulai agresif merekrut “silver workers” (karyawan yang sebelumnya pensiun) untuk mengisi kesenjangan dalam tenaga kerja mereka.

Para pemimpin bisnis di pasar negara maju mengakui penuaan penduduk sebagai penyumbang terbesar kekurangan bakat yang berpengalaman. Di beberapa negara Asia, seperti Jepang, masalahnya lebih akut. Tiga-perempat dari eksekutif Jepang melihat penuaan populasi sebagai faktor utama gap talent di perusahaan, dibandingkan dengan hanya 23% dari responden di Inggris.

Temuan menariknya, beberapa perusahaan di negara maju ini bersiap untuk merekrut para talent di seluruh dunia untuk mengisi talent-talent yang dibutuhkan. Terutama untuk mengisi talent di sektor pharmaceuticals, information technology (IT) dan engineering.

Dari mayoritas eksekutif yang disurvei (56%) mengatakan perusahaan mereka akan melakukan rekrutmen ke luar negeri. Asia Timur dan Selatan dipandang sebagai sumber talent untuk kedua negara AS dan perusahaan-perusahaan di Jepang. Sementara Inggris, Jerman dan perusahaan Perancis lebih suka melirik ke bagian timur Eropa untuk merekrut talent di sana, termasuk juga di Eropa Barat.

Anne Minto, group human resources director at Centrica, sebuah perusahaan penyedia listrik dan penyedia gas alam di Inggris, menyebutkan bahwa perusahaannya sedang mencari global talent untuk keperluan di hulu bisnisnya. “Kami sudah memasang iklan lowongan kerja di seluruh dunia,” katanya sambil menambahkan, “Terus terang kita harus mencari ke mana pun untuk menemukan global talent tersebut, dan jika kita pikir untuk mendapatkan insinyur dan teknisi yang terampil adanya di India, kita akan pergi ke sana.”

Lantas bagaimana isu penuaan populasi di Indonesia. Silahkan simak tulisan sebelumnya: 2030, Indonesia Alami Ledakan Lansia?

 

Tags: ,