Talent Management yang Bagus Tingkatkan Kepuasan Karyawan

Perusahaan yang memiliki pendekatan menyeluruh terhadap pengelolaan SDM-nya menikmati tingkat keuntungan yang lebih tinggi per karyawan dan mencapai produktivitas yang lebih besar. Satu lagi bukti bahwa <I>talent management</I> yang bagus bisa meningkatkan kepuasan karyawan.
Sebuah penelitian yang dilakukan Kenexa Research Institute (KRI) menguji pandangan karyawan terhadap dedikasi organisasi pada <I>talent management</I>, termasuk menyoroti efeknya atas <I>employee engagement</I>. Survei meliputi Brasil, China, Jerman, India, Inggris dan AS.
Hasilnya seolah membenarkan apa yang selama ini sudah sering dikatakan oleh para akademisi dan praktisi, bahwa kebijakan-kebijakan seperti program-program jenjang karier, pengembangan dan pengawasan tujuan, serta sesi-sesi <I>feedback</I> yang reguler dengan jajaran manajer memiliki efek yang nyata terhadap kerja dan motivasi karyawan.
Lebih dari itu ditemukan juga bahwa di sembilan negara yang diteliti, organisasi-organisasi yang fokus pada <I>talent management</I> memiliki karyawan yang lebih <I>engaged</I> dan lebih puas terhadap pekerjaan mereka beserta hal-hal lain yang lebih menyeluruh dari perusahaan.
Memiliki budaya <I>talent management</I> yang bagus juga berpengaruh pada bagaimana karyawan memberi peringkat pada kebangaan mereka terhadap organisasi, dan kesediaan mereka untuk merekomendasikannya kepada orang lain sebagai tempat yang asik untuk bekerja. Di samping itu, jika karyawan memiliki penilaian yang baik terhadap praktik-praktik <I>talent management</i> dalam organisasi, mereka akan cenderung lebih percaya diri pada masa depan organisasi.
<B>Positif</B>
Karyawan yang melihat bahwa perusahaan tempat mereka bekerja memiliki usaha-usaha <I>talent management</I> memiliki pandangan yang positif terhadap petinggi-petinggi manajemen mereka. Karyawan-karyawan seperti ini percaya, manajer-manajer mereka efektif dalam mengelola beban kerja dan bahwa manajemen senior menganggap karyawan penting bagi sukses perusahaan.
Mereka juga cenderung lebih merasa memiliki <I>job security</I>, puas dengan <I>on-the-job training</I>, merasa bahwa kinerja dievaluasi dengan <I>fair</I> dan mengalami perasaan-perasaan yang lebih besar atas keterpenuhan pribadi.
Selain menunjukkan berbagai keuntungan dari <I>talent management</I> yang baik, survei juga menghasilkan temuan yang memprihatinkan. Misalnya, mayoritas organisasi belum cukup melakukan usaha untuk meng-<I>engage</I> dan memotivasi karyawan mereka. Dan, hanya seperempat karyawan (dari 9 negara) yang percaya, perusahaan mereka menyediakan panduan yang jelas tentang tujuan, <I>feedback</I> manajerial dan pengembangan karier.
“Karyawan memiliki kebutuhan mendasar untuk mengetahui bagaimana mereka bekerja dan apa masa depan bagi mereka,” ujar Direktur Eksekutif KRI Jack Wiley seperti dilaporkan <I>Management-Issues</I>.
“Ini bagian dari siapa kita. Organisasi-organisasi yang memahami hal ini dan berusaha membuat semua itu terjadi memiliki keunggulan atas para pesaing mereka,” sambung dia. Lalu, Wiley menambahkan, “Bahkan tidak hanya akan mengungguli para kompetitor, melainkan mereka juga akan bisa mengembangkan SDM yang lebih <I>enganged</i> dan <I>committed</I>.
Perusahaan-perusahaan yang memahami pentingnya <I>talent management</I> dan sudah mempraktikkannya, tegas Wiley, tidak akan lagi mengeluh tentang (ketersediaan) <I>talent</I> dan tidak perlu mengeluarkan lebih banyak dana untuk rekrutmen dan <I>training</I>.

Tags: