Takut Kehilangan Pekerjaan Hambat Kreativitas

Kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan barangkali bagus untuk membuat seorang karyawan tak henti-hentinya menjaga dan meningkatkan kinerjanya, sehingga menjadi lebih produktif di tempat kerja. Namun, “efek sampingan”-nya, mereka menjadi tidak kreatif.

Sebuah studi menemukan bahwa rasa tak aman pada pekerjaan mengurangi kreativitas karyawan di tempat kerja.

Sebuah tim peneliti dari Washington State University, Vancouver, AS melihat tren perampingan yang dilakukan banyak perusahaan dewasa ini berdampak pada rasa aman karyawan, yang ujung-ujungnya mempengaruhi kinerja mereka.

Riset dilakukan baik secara analitis maupun turun langsung ke lapangan. Sebanyak 104 mahasiswa terlibat dalam percobaan laboratorium berupa simulasi lingkungan organisasi. Dengan perlakuan tertentu, eksperimen ini dimaksudkan untuk mengukur kreativitas dan produktivitas mereka.

Data yang sama dikumpulkan dari survei atas 144 karyawan dari lima organisasi, di mana mereka diminta menjawab pertanyaan untuk mengukur rasa aman mereka pada pekerjaan, perilaku kontraproduktif, dan kreativitas dalam memecahkan masalah.

Dari hasil perpaduan dua metode tersebut tampak bahwa pada saat yang sama, rasa tidak aman pada pekerjaan mengurangi kreativitas sekaligus meningkatkan produktivitas dan menekan angka absensi. Di samping itu, perilaku bermusuhan dan keterlambatan juga terjadi.

Menurut tim peneliti, peningkatan-peningkatan kinerja terjadi karena selama masa organisasi tak menentu, karyawan menyadari sedang berada dalam situasi yang lebih menekan.

Namun, peningkatan-peningkatan tersebut cenderung menurun jika tekanan yang menyebabkan rasa tak aman pada pekerjaan tak kunjung berakhir.

Dr Tahira Probst yang menuliskan laporan penelitian tersebut mengatakan, “Riset kami menyimpulkan bahwa meskipun produktivitas naik, kreativitas karyawan berkaitan dengan keterampilan menyelesaikan masalah terhambat.”

Tags: