Tak Punya NPWP, Pensiunan Kena PPh Lebih Tinggi

Sebagai karyawan, apakah Anda sudah punya NPWP? Jika belum, mulai sekarang harus segera mengurusnya. Lebih-lebih kalau Anda mulai mendekati atau bahkan sudah memasuki usia masa pensiun. Sebab, jika tidak Anda akan dikenai tarif pajak penghasilan (PPh) lebih tinggi daripada ketentuan normal.
PT Taspen (Persero) mewajibkan para pensiunan (PNS, TNI-Polri) yang menjadi anggotanya untuk memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) agar terhindar dari sanksi berupa pembayaran PPh lebih tinggi 20 persen.
”Bagi penerima pensiun yang tidak memiliki NPWP akan dikenai PPh lebih tinggi 20 persen dari tarif pajak yang diterapkan terhadap penerima pensiun yang dapat menunjukkan NPWP,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Taspen Faisal Rahman di Jakarta, Kamis.
Menurut Faisal, ketentuan ini diterapkan untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh yang berlaku sejak 1 Januari 2009. Hal ini berlaku untuk semua peserta aktif PT Taspen yang mencapai 4.217.046 orang, yang 2,095 juta di antaranya merupakan pensiunan.
”Penerima pensiun agar segera menyampaikan fotokopi NPWP dan fotokopi kartu identitas pensiunan ke kantor cabang Taspen,” seru Faisal.
Mekanisme pembuatan NPWP sendiri sekerang sudah semakin dibuat mudah. Hanya dengan menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) ke petugas di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat atau kantor pelayanan pajak keliling, NPWP akan segera dicetak di tempat.
Pensiunan atau wajib pajak yang lain hanya tinggal menunggu NPWP dalam 10 menit hingga 30 menit tanpa dipungut bayaran. Pemilik NPWP juga akan mendapatkan keuntungan ekstra, yakni akan dibebaskan dari pembayaran fiskal pada saat akan bepergian ke luar negeri.
Faisal menegaskan, pajak bagi para pensiunan juga memperhitungkan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang ditetapkan secara berjenjang. PTKP per tahun diberikan Rp 15,84 juta untuk diri wajib pajak orang pribadi; dan tambahan Rp 1,32 juta untuk wajib pajak yang menikah.