Tahun 2008, Kerja Lebih Keras atau Makin “Nyantai”?

Prediksi ekonomi di awal tahun selalu mengatakan bahwa situasi akan lebih sulit dan makin penuh tantangan. Apakah itu berarti para karyawan, kaum profesional dan pengusaha akan semakin terpacu untuk datang ke kantor lebih pagi, pulang lebih malam dan bekerja lebih keras? Menurut survei, ternyata justru sebaliknya. Pada tahun 2008, orang cenderung berharap bisa mengurangi waktu di kantor dan lebih banyak punya waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan “hang out” dengan teman-teman.

Tak kurang dari dua buah survei baru menghasilkan temuan yang menyebutkan, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan merupakan prioritas tertinggi untuk tahun baru ini. Fakta tersebut seolah “mengabaikan” prediksi betapa tahun ini pengangguran dan PHK akan meningkat.

Salah satu survei tersebut dilakukan oleh sebuah situs web karir di Amerika, Beyond.com secara online atas 5000 karyawan. Ditemukan, hampir 6 dari 10 menempatkan keseimbangan yang wajar atas waktu untuk bekerja dan bersenang-senang sebagai “the most important workplace goal for 2008“.

Survei lain dilakukan oleh Center for State and Local Government Excellence (CSLGE), AS atas 1200 karyawan. Hasilnya, 7 dari 10 menyatakan bahwa yang paling mereka inginkan dari pekerjaan adalah fleksibilitas dan tempat kerja yang “ramah-keluarga”.
Lebih jauh survei Beyond.com memperlihatkan bahwa keseimbangan hidup dan kerja menempati urutan teratas, jauh mengungguli prioritas-prioritas lain seperti “kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi” di urutan kedua yang hanya menjadi harapan 18% responden.

Menyusul kemudian: “tetap terorganisasi dalam bekerja (16%) dan “meningkatkan hubungan-hubungan di tempat kerja” (sepersepuluh). Sebagai bandingan, survei CSLGE menempatkan asuransi kesehatan (84%) sebagai top issue dari para karyawan berkaitan dengan pekerjaan mereka. Menyusul kemudian “keamanan kerja” (82%) dan “kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang jelas” (82%), serta “dana pensiun” (76%).

Yang cukup mengejutkan, gaji menempati peringkat ke-10 dalam daftar tersebut (65%), di bawah “mendapatkan keputusan-keputusan yang cepat” (69%), “bekerja di bawah manajer-manajer yang handal” (68%), “memiliki potensi untuk dipromosikan” (dua pertiga) dan “menjadi kreatif dan terstimulasi secara intelektual”.

Survei juga menyoroti bahwa karyawan bekerja di perusahaan atau lembaga pemerintah lebih aman, lebih baik dalam soal benefit dan lebih memberi kesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat. Sedangkan, bekerja di perusahaan swasta diyakini lebih menguntungkan dalam soal kesempatan untuk berinovasi, lebih memberi peluang untuk bekerja dengan orang-orang yang berkualitas dan lebih banyak kesempatan promosi.

Tags: