Tabungan Pensiun: 10% Tak Cukup Lagi

 

Sudahkah Anda menyisihkan 10% dari pendapatan Anda untuk tabungan pensiun? Jika belum, mulailah dari sekarang. Jika sudah, Anda perlu mempertimbangkan lagi angka tersebut. Para konsultan soal pensiun mengingatkan bahwa 10% kini tak cukup lagi.

Selama ini, 10% untuk persiapan masa pensiun boleh dibilang telah menjadi kesepakatan yang diterima bersama. Diyakini bahwa jika Anda menabung 10% dari pendapatan Anda selama masa kerja, Anda akan menikmati hari-hari pensiun yang menyenangkan.

Kombinasi antara inflasi, makin mahalnya biaya perawatan kesehatan, harapan hidup yang semakin panjang dan berbagai faktor lainnya telah membuat perhitungan 10% tersebut tak memadai lagi. Demikian menurut Employee Benefit Research Institute (EBRI), sebuah lembaga non-profit di Washington.

Lebih-lebih di era sekarang ini, banyak orang cenderung “besar pasak daripada tiang” alias membelanjakan uangnya melebihi pendapatannya. Dan, bahkan jor-joran “membangun” utang lewat aneka kartu kredit yang banyak ditawarkan oleh bank.

“Bagi sekelompok kecil masyarakat tertentu, menabung sepuluh persen mungkin masih relevan, tapi bagian lain dari kita, itu sudah tidak mencukupi,” ujar Direktur Eksekutif EBRI Dallas L Salisbury.

“Jika seseorang memulai (menabung) sejak mendapatkan pekerjaan pertama kali, dan mereka terus menyisihkan 10% pendapatannya sampai 45 tahun…maka, berdasarkan model tertentu, mereka akan mengumpulkan cukup uang sehingga tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan bila tak bekerja lagi,” kata dia.

Namun, kenyataannya, dalam amatan Salisbury, banyak orang tidak menempatkan hal itu sebagai prioritas ketika mereka masih muda. Di samping, generasi (muda) sekarang juga tidak cukup memiliki kesabaran untuk menabung.

“Nasihatnya selalu tentang mulai menabung sejak dini,” ujar Salisbury. “Orang tidak secara alamiah menerima itu dan mengatakan, nanti saja kalau sudah tua (baru menabung).”

Salisbury mengingatkan, mereka yang terlambat mulai menabung, akan kesulitan karena harus “mengejar ketertinggalannya”. Dicontohkan, orang yang baru menabung saat berumur 40 tahun, setidaknya perlu menyisihkan 20% pendapatannya.

Dan, orang yang baru mulai pada usia 50-an, dalam perhitungan Salisbury, pendapatan yang harus mereka sisihkan sebesar 35%.

Tabungan pensiun agaknya memang harus diperhitungkan secara serius mengingat harapan hidup yang lebih panjang juga memperpanjang masa pensiun seseorang.

Vice President MFS Investment Management Bruce D Harrington menambahkan, para karyawan perlu menentukan seberapa besar pendapatan yang harus mereka sisihkan dengan memperhitungkan makin panjangnya masa pensiun seseorang dewasa ini.

“Harapan-harapan hidup terus meningkat, sehingga bukan lelucon kalau rata-rata setiap orang bisa melewati 20 atau 30 tahun dalam masa pensiun mereka, atau bahkan lebih dari itu,” simpul Harrington.

Tags: