Syarat Jadi CEO: Anak Pertama, Punya Prestasi Olah Raga

Anda punya ambisi menjadi CEO perusahaan publik berskala besar? Kesempatan dan peluang Anda akan lebih bisa jika Anda adalah anak tertua yang memiliki prestasi gemilang di dunia olah raga. Kedengarannya mungkin seperti bercanda atau mengada-ada. Tidak, ini serius. Sebuah penelitian yang dipadu dengan tes psikometrik atas 100 CEO dari perusahaan besar di Inggris yang dipilih secara acak menemukan bahwa kecakapan di bidang olah raga mengungguli kemampuan akademik merupakan faktor keberhasilan CEO di Inggris.

Sebanyak 7 dari 10 mengatakan, prestasi olahraga di sekolah secara positif mempengaruhi karir bisnis mereka. Di samping itu, mereka juga mengaku lebih berhasil di bidang olah raga ketimbang di kelas beberapa menyebut keanggotaan mereka dalam tim rugby dan sepak bola. Lebih jauh, survei menemukan hampir separo CEO pernah memenangkan pertandingan untuk olah raga tim. Angka tersebut berbanding dengan seperempat yang meraih prestasi di bidang akademik. Disimpulkan, sukses dalam tim permainan membantu menciptakan mind-set yang sesuai untuk menjalankan bisnis di era kompetitif saat ini.

“Para CEO cenderung memerankan diri sebagai pemain dalam sebuah tim yang sedang mencapai ambisi mereka dengan memimpin anggota lainnya, dan bukannya dengan usaha-usaha yang bersifat individual,” ujar Psikolog Dr David Lewis yang memimpin penelitian dan melaporkannya dengan tajuk “The Naked Chief Executive”.Dalam laporan tersebut juga dijelaskan, mengapa kebanyakan CEO adalah anak tertua (38%) atau anak termuda (34%) dalam keluarga mereka. Anak tertua biasanya tumbuh lebih cepat dibandingkan adik-adiknya dan mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar.

Sedangkan, anak termuda harus berjuang mendapatkan pengakuan dari kakak-kakaknya.
Dengan temuan tersebut, penelitian ini tidak lantas mengecilkan arti kemampuan akademik sebagai faktor yang juga menentukan sukses seorang CEO. Ditegaskan, untuk meyakinkan orang terhadap visi mereka, agar orang mau mengikuti kepemimpinan mereka serta untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain, para CEO perlu memiliki kecerdasan emosional di atas rata-rata.

Selain itu, para CEO juga harus memiliki rasa percaya diri yang tak tergoyahkan atas kemampuan-kemampuan yang mereka miliki. Survei menemukan, separo dari CEO mengaku tidak pernah atau jarang mengalami saat-saat ketika mereka meragukan diri mereka sendiri. Kombinasi antara rasa percaya diri dan keterampilan kepemimpinan yang terasah di bidang olah raga membuat para CEO cenderung lebih intuitif dibandingkan dengan para pemikir intelektual, bertindak lebih berdasarkan pengalaman praktis dan langsung bereaksi terhadap sesuatu hal ketimbang berteori abstrak.

Tags: