Stres di Tempat Kerja Picu Sakit Jantung

Penyakit jantung? Ah, itu hanya menyerang orang tua. Begitu barangkali Anda berpikir selama ini. Tapi, sebuah studi menemukan fakta yang harus membuat Anda berpikir ulang. Bahwa, stres akibat banyak pekerjaan juga bisa menjadi faktor penyebab sakit jantung tanpa membedakan usia. Penelitian yang dilakukan oleh University College London tersebut menemukan, dua per tiga dari karyawan di bawah usia 50 tahun yang mengalami stres di tempat, cenderung lebih mudah terkena serangan jantung.

Para karyawan yang memiliki beban kerja banyak tapi sedikit dalam kontrol terhadap berbagai keputusan yang mempengaruhi kehidupan kerja mereka dilaporkan 68% lebih cenderung menderita penyakit jantung koroner. Dibandingkan, dengan karyawan yang memiliki beban kerja dan tingkat stres lebih rendah. Tim peneliti memonitor selama 12 tahun atas lebih dari 10 ribu orang yang bekerja di sektor pelayanan publik. Dan, menyimpulkan bahwa pekerjaan yang “stresful” mempengaruhi secara langsung kondisi biologis tubuh seseorang.

Intensitas tuntutan-tuntutan yang tinggi di tempat kerja juga menyebabkan orang merokok, makan tidak teratur dan minim aktivitas fisik yang semuanya itu terkait dengan meningkatnya risiko pada penyakit jantung.

Bukan Satu-satunya

Tentu saja, penyakit jantung bukanlah satu-satunya gangguan kesehatan yang diderita oleh para karyawan usia produktif. Studi lain yang juga dilakukan oleh universitas yang sama mendapati bahwa orang yang bekerja keras namun tidak mendapatkan penghargaan yang setimpal tiga kali lebih rentang terhadap ancaman diabetes, terutama mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun.

Sementara, studi lain yang diterbitkan jurnal kesehatan European Heart Journal, seperti diungkapkan ketua tim risetnya Dr Tarani Chandola, menemukan, “Selama 12 tahun pantauan kami, stres yang kronis akibat pekerjaan berhubungan dengan penyakit jantung koroner dan hubungan itu lebih kuat pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun baik pria maupun wanita.”

“Bagi yang usianya sudah memasuki masa pensiun, dan dengan demikian cenderung memiliki tingkat stres yang rendah, risiko pada jantung koroner lebih kecil,” tambah dia.
Studi juga menemukan bahwa situasi dunia kerja yang penuh tekanan juga memicu peningkatan hormon adrenalin dan memicu risiko jantung, dan kondisi tersebut secara perlahan akan diperkuat ketika stres meninggi. Jadi, bagi para karyawan dan profesional muda, tidak ada pilihan lain kecuali mengimbangi “gaya hidup” kerja keras dengan perhatian yang cukup pada kesehatan.

Tags: