Strategi Talent Management Perlu Lebih Sophisticated

Banyak strategi talent management perusahaan yang tidak fleksibel, kurang imajinatif dan memiliki fokus yang sempit sehingga akhirnya justru kontra-produktif. Oleh karenanya, perusahaan perlu lebih sophisticated dalam menerapkan strategi talent management mereka.
Demikian kesimpulan dan rekomendasi dari perusahaan konsultan Deloitte setelah melakukan survei terhadap 58 perusahaan besar di seluruh dunia. Ditemukan bahwa lebih dari tiga perempat perusahaan memfokuskan strategi talent mereka utamanya pada individu-individu berpotensi-tinggi, dan kurang memperhatikan posisi-posisi kepemimpinan senior.
Diingatkan, saat ini perusahaan dihadapkan pada tantangan "kembar", yakni populasi karyawan yang mulai menua dan generasi pendatang baru yang keduanya memiliki prioritas yang berbeda. Oleh karenanya, menurut Deloitte, strategi talent management perusahaan tak bisa lagi hanya berpusat pada isu-isu rekrutmen dan retensi.
Survei juga menemukan, bahwa implementasi dan pengelolaan program-program talent management masih lebih banyak diserahkan sepenuhnya ke HR ketimbang menjadi tanggung jawab seluruh elemen bisnis.
Padahal, survei membuktikan, perusahaan yang program talent management-nya melibatkan seluruh elemen bisnis, termasuk kepemimpinan senior, secara umum lebih sukses.
Menurut Deloitte, pendekatan yang lebih menyeluruh untuk mengindentifikasi segmen-segmen bisnis yang penting dan kebutuhan-kebutuhan talent, dan bukannya hanya berfokus sempit pada pengembangan kepemimpinan masa depan, jauh lebih efektif.
Survei juga menyoroti, kehadiran generasi baru di dunia kerja, yang lazim disebut Generasi Y, menuntut perusahaan untuk berkreasi lebih customised dalam strategi  talent. Disebutkan, teknologi-teknologi baru dan jaringan sosial merupakan bagian dari strategi kunci untuk mengelola mereka.
"Strategi-strategi talent management perlu diperiksa kembali untuk lebih luas cakupannya ketimbang pengembangan kepemimpinan individu," ujar partner bidang human capital pada Deloitte Anne-Marie Malley yang juga menuliskan laporan hasil penelitian tersebut.
"Studi kami menemukan bahwa menerapkan strategi yang mencakup semua level akan lebih bermanfaat jika Anda ingin menarik, mengikat dan meretensi orang-orang terbaik," tambah dia.
Berdasar hasil surveinya, Malley menggarisbawahi pentingnya memperluas cakupan talent management, dari yang bersifat tradisional dengan berpusat pada HR menjadi strategi organisasional.
"Talent management akan dibangun dengan pendekatan masa kini pada <I>flexible working</I>, rencana pengembangan karir, skema-skema mobilitas internal dan memperbarui rancangan <I>skill</I> sesuai perkembangan pasar," simpul Malley.