Strategi Talent Management Bantu Coca-Cola Pertahankan Top Performer

Coca-Cola telah membuktikan bahwa merancang-bangun pengembangan karier yang sesuai dengan karyawan-karyawan berpotensi tinggi secara dramatis bisa meningkatkan promosi-promosi internal. Dan, oleh karenanya, perusahaan menghemat besar-besaran biaya-biaya untuk rekrutmen.Direktor HR untuk Marketing, Strategi dan Inovasi Groups pada Coca-Cola Company Stevens Sainte-Rose mengatakan, 9 dari 10 jabatan-jabatan marketing senior kini telah bisa dipenuhi secara internal. Angka tersebut berbanding dengan hanya 6 dari 10 pada dua tahun lalu. “Kami berterima kasih pada efektivitas succession planning,” ujar dia.

Sainte-Rose berbicara sebagai delegasi pada konferensi tahunan Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) di Inggris. Dia mengungkapkan, pada 2006 lalu, biaya-biaya untuk merekrut tenaga profesional dari luar meningkat karena hanya 67% posisi-posisi marketing senior yang bisa diisi dari dalam. Menurut dia, terlalu banyak mengambil orang dari luar akan menimbulkan risiko kehilangan potensi-potensi tinggi yang ada di dalam perusahaan sendiri. “Karyawan yang ada menjadi tidak memiliki kepastian mengenai jalur karier dan kesempatan-kesempatan mereka untuk berkembang,” tambah dia.

Dan, itu sempat terjadi di Coca-Cola. Namun, sejak impementasi talent management, yang dituangkan dalam program “‘senior marketing leader development centre”, raksasa minuman ringan tersebut merasakan manfaat secara massif. Program tersebut dimaksudkan sebagai sarana “targeted learning” melalui sesi-sesi yang bersifat praktik langsung di lapangan, yang dilengkapi dengan “feedback” atas kebutuhan-kebutuhan pengembangan.