Strategi Reward di Era Kompetitif

Salah satu tantangan bisnis modern adalah persaingan yang tinggi dalam mendapatkan tenaga profesional. Mereka menuntut gaji tinggi namun diperebutkan di pasar tenaga kerja. Akibatnya, perusahaan jor-joran dalam menawarkan reward untuk menarik talent yang diinginkan atau mempertahankan yang sudah dimilikinya.

“Bicara tentang strategi menarik dan mempertahankan karyawan, trennya memperlihatkan bahwa gaji tinggi bukan segalanya, meskipun gaji yang kurang tentu juga bermasalah,” tutur CEO Hay Consultant Nugroho Irawan ketika tampil sebagai pembicara pada salah satu sesi seminar Human Resources Expo 2006 di Jakarta, pekan lalu.

Membawakan tema Reward Strategy in the Competitive Era, Nugroho menandaskan pentingnya memperhatikan faktor-faktor kunci yang dijadikan alasan para top talent untuk bergabung atau tetap bertahan dalam sebuah organisasi. Alasan-alasan itulah yang nanti akan sangat berguna untuk menyusun rancangan reward untuk karyawan.

Nugroho antara lain menyebut pekerjaan yang menantang, kesempatan peningkatan karir, promosi untuk kinerja yang tinggi, hubungan baik dengan bos dan kompensasi yang layak sebagai alasan-alasan utama tersebut. Di samping, komitmen jangka panjang dari perusahaan, manajemen yang baik, serta budaya dan nilai-nilai yang dikembangkan di dalam organisasi.

Disarankan, usaha menarik dan meretensi karyawan dengan sistem reward sebaiknya difokuskan pada karyawan yang dinilai paling berbakat dan berpotensi tertinggi. “Kurangi traditional pay and benefits dan lebih menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang untuk tumbuh dan berkembang,” tambah dia.

“Penting pula artinya bagi perusahaan untuk menyediakan penghargaan yang bersifat instan. Untuk setiap kontribusi yang telah diberikan, top talent ingin dihargai dengan bayaran tunai. Mereka ingin reward yang segera. Untuk itu, dalam perusahaan harus ada manajer yang menyadari betul akan hal itu.”

Lebih jauh Nugroho mengingatkan, dalam strategi reward perlu dipahami bahwa uang bukanlah satu-satunya alat. Lebih dari itu, reward mencakup program-program yang bersifat non-moneter. Misalnya pengadaan mobil dinas, mendaftarkan karyawan sebagai anggota klab eksekutif, hingga penyediaan lingkungan kerja yang fleksibel.

Tags: