Stimulus Fiskal Serap 1,06 Juta Tenaga Kerja

Penyerapan tenaga kerja dari proyek-proyek infrastruktur yang didanai oleh stimulus fiskal tahun 2009 ternyata tidak maksimal. Dari target minimal 1,34 juta tenaga kerja yang diserap, realisasinya hanya 79 persen atau sekitar 1,06 juta tenaga kerja.

Hal itu sangat disesalkan karena pemerintah telanjur menjanjikan banyaknya penyerapan tenaga kerja dalam upaya mengantisipasi dampak krisis global.

Demikian dikatakan oleh anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia seusai Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, serta Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal, Rabu (27/1) di Jakarta.

Diungkapkan, bahkan untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, penyerapannya hanya sekitar 31,2 persen dari target.

Saya minta kementerian terkait lebih menajamkan program dan proyek yang akan dikerjakan sehingga lebih banyak menyerap tenaga kerja, ujar Yudi seraya mengingatkan, infrastruktur adalah kebutuhan dasar masyarakat sehingga harus cepat terbangun.

Dalam rapat kerja tersebut juga terungkap, tenaga kerja yang terserap dari stimulus fiskal bidang pekerjaan umum sebanyak 952.674 orang. Adapun stimulus untuk Kementerian Perhubungan menyerap 72.898 tenaga kerja.

Kendala

Selain menciptakan lapangan kerja, kegiatan stimulus fiskal bidang pekerjaan umum lebih ditujukan untuk pengembangan sistem jaringan infrastruktur agar segera fungsional sehingga masyarakat langsung mendapat manfaatnya, kata Menteri PU Djoko Kirmanto.

Dari dana stimulus Kementerian PU Rp 6,6 triliun, penjabarannya antara lain pembangunan jalan dan jembatan Rp 2,6 triliun, rehabilitasi jaringan irigasi Rp 424 miliar, dan perluasan jaringan distribusi air minum sebesar Rp 460 miliar.

Sementara, Menhub Freddy Numberi melaporkan, kendala dan hambatan pelaksanaan stimulus fiskal tahun 2009 di antaranya kondisi alam, kondisi lahan, dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Akibatnya, dari daftar isian pelaksanaan anggaran Rp 2,19 triliun, hanya terealisasi Rp 2,08 triliun.

Tak terealisasinya 100 persen anggaran stimulus fiskal Kementerian Perhubungan otomatis menyebabkan penyerapan tenaga kerja tak maksimal.

Meskipun anggaran stimulus fiskal Direktorat Jenderal Kereta Api sebesar Rp 601 miliar, kalah besar dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Udara, daya serap tenaga kerjanya lebih besar.

Dana stimulus fiskal yang diberikan kepada Direktorat Jenderal Kereta Api mampu menyerap 62.278 pekerja, proyek dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyerap 5.105 pekerja, proyek dari Ditjen Perhubungan Udara menyerap 4.995 pekerja, dan proyek dari Perhubungan Darat menyerap 520 pekerja.

Tags: