Starbucks Buka di Brazil dan 2000 Gerai Baru di Seluruh Dunia

Jaringan kedai kopi Amerika Starbucks akan membuka gerai pertamanya di Brazil, November. Sekaligus, perusahaan kafe ini telah merencanakan pembukaan cabangnya di wilayah Amerika Tengah. Demikian diumumkan oleh pejabat senior Starbucks di Managua, Nicaragua, Senin (4/9/06).

Salah satu Vice President Senior Starbucks Dub Hay mengatakan, kehadiran Starbucks di Brazil “akan menjadi petualangan kami yang paling mendebarkan.” Namun, dia belum menyebutkan di kota mana kafe pertama akan dibuka. Pada Mei lalu, perusahaan tersebut telah mengumumkan rencananya melebarkan bisnis di kota Sao Paulo dalam tahun ini, namun tidak menyebut tanggal pasti.

Yang jelas, pembukaan di Brazil, menurut Dub Hay, merupakan bagian dari rencana besar Starbucks untuk membuka 2000 gerai baru di seluruh dunia hingga 2007. Jumlah ini akan menambah 12 ribu kedai kopi berlabel Starbucks yang telah hadir di 37 negara, termasuk di Jakarta, Indonesia.

Diungkapkan juga, separo dari gerai baru itu akan mulai dibuka tahun depan di Amerika Serikat. Starbucks akan mencoba lebih banyak membuka gerai barunya sebagai “drive-thru” daripada kafe tradisional seperti yang telah ada selama ini. Meskipun menolak merinci kapan atau pun pihak mana yang akan memegang hak franchise-nya, Dub Hay mengatakan, masyarakat di negara-negara Amerika Tengah boleh berharap akan melihat gerai Starbucks pertama mereka tahun depan.

“Tunggu kami di Amerika Tengah,” janji Dub Hay di hadapan seratusan pengusaha kopi dan kalangan pejabat lainnya dalam sebuah pertemuan industri bertajuk Ramacafe 2006 di Nicaragua. “Kami datang dan sudah melihat-lihat. Kami berharap bisa mewujudkannya lebih cepat,” ujar Dub Hay seperti dilaporkan Reuters. Pihaknya mengaku telah melakukan pendekatan dengan berbagai pihak tahun lalu untuk menemukan rekanan yang cocok.

Brazil merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia. Sedangkan Starbucks dikenal sebagai jaringan kedai kopi paling populer di seluruh penjuru kolong langit. Perusahaan ini, dalam hitungan kasar, menyerap 2 persen dari pasar kopi global dan mengaku melayani 40 juta orang per minggu.

Tags: , ,