Social Media dan Resikonya di Tempat Kerja

Sebuah survey global yang dilakukan Websense bersama Ponemon Institute baru-baru ini memperingatkan perusahaan-perusahaan agar melek terhadap resiko yang dapat dibawa social media ke tempat kerja.

Setiap tahun, pengguna Facebook bertumbuh dengan kecepatan yang tak terbendung, 41%. Sementara Twitter lebih mengerikan, yaitu 85% per tahun di seluruh dunia.

Bersamaan dengan manfaat yang didatangkannya, social media ternyata juga mengandung banyak resiko untuk perusahaan. Untuk menilai risiko tersebut dilakukan survei global dengan melibatkan 4.640 responden dari bidang TI (Teknologi dan Informasi) dan praktisi keamanan TI.

Responden berasal dari Australia, Brasil, Kanada, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Meksiko, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat dengan rata-rata 10 tahun pengalaman di lapangan. Sebanyak 54% memegang posisi supervisor ke atas dan 42% adalah karyawan di organisasi yang memiliki headcount lebih dari 5.000.

Hasil temuan yang paling menonjol dari penelitian ini adalah, sebagian besar responden setuju bahwa penggunaan media sosial di tempat kerja penting untuk mencapai tujuan bisnis. Namun, sebanyak 63% responden juga setuju bahwa penggunaan media sosial oleh karyawan dapat menempatkan perusahaan pada resiko. Sementara hanya 29% yang mengatakan mereka memiliki kontrol yang diperlukan untuk mengurangi resiko tersebut.

Salah satu bahaya yang dikhawatirkan kebanyakan organisasi adalah aktivitas karyawan seperti menggunakan aplikasi maupun mendownload widget dari situs social media ataupun blog yang tidak aman.

Mereka juga khawatir bahwa karyawan menggunakan alat media sosial lebih sering untuk tujuan non-bisnis.

Dua dampak negatif tertinggi dari penggunaan media sosial adalah produktivitas berkurang (89%) dan mengurangi bandwidth TI (77%).

Tags: