Siapa Saja Yang Ingin Bekerja Sesuai Cita-cita Masa Kecil?

Sebanyak 25% pekerja di Inggris ingin bekerja sesuai dengan cita-cita masa kecil mereka, bagaimana dengan Anda?

Apakah cita-cita Anda sewaktu kecil? Apakah Anda ingin menjadi seorang dokter, pilot atau insinyur? Lalu, apakah cita-cita Anda tercapai saat ini? Jika jawaban Anda Ya, maka selamat Anda berhasil meraih apa yang Anda cita-citakan. Namun jika jawaban Anda Tidak, apakah hal tersebut mempengaruhi diri Anda saat ini?

Baca juga: Pemerintah “memaksa” pekerja Jepang untuk mengambil cuti

Tahukah Anda bahwa sebanyak 25% pekerja di Inggris berharap memiliki pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita mereka, padahal mereka tidak bekerja di bidang tersebut. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Solopress, sebuah perusahaan percetakan di Inggris terhadap 2.000 orang pekerja di Inggris, didapatkan bahwa para pekerja berharap bahwa mereka dapat menjadi seorang pilot, pemain sepak bola atau penulis. Sebanyak 28% pekerja dengan usia antara 18 sampai 34 tahun mengakui bahwa mereka menjawab tidak jujur jika ditanya apa pekerjaan mereka. Hal ini juga terjadi pada rentang usia lainnya. Sebanyak 14% pada mereka yang berusia 45 sampai 54 tahun dan sebanyak 9% pada mereka yang berusia di atas 55 tahun.

Ketika ditanya apa pekerjaan impian mereka jawaban terbanyak yang muncul adalah pilot, pemain sepak bola dan penulis. Sebanyak 100 orang responden menyatakan ingin menjadi seorang pilot, 81 orang responden ingin menjadi seorang pemain bola dan  75 orang responden ingin menjadi seorang penulis, jurnalis ataupun editor. Selain ketiga pekerjaan tersebut, jawaban lain yang cukup populer adalah dokter, pemilik perusahaan, guru, aktor, dokter hewan dan astronot.

Hasil survey ini menunjukkan bahwa sebagian kecil pekerja di Inggris berkata tidak jujur mengenai pekerjaan yang mereka lakukan. Alih-alih berkata jujur, mereka malah menyatakan bahwa pekerjaan mereka adalah profesi yang mereka cita-citakan pada masa kecil. Lalu apa cita-cita Anda pada masa kecil?

Baca juga: 30% Pekerja Gunakan “Sakit” Sebagai Alasan Tidak Ngantor

Tags: ,