Siapa Bilang Gaji Bukan (Lagi) yang Utama?

Para praktisi dan konsultan HR sepakat bahwa di masa sekarang, uang bukan lagi yang utama jika perusahaan berbicara mengenai program retensi karyawan. Namun, apakah itu berlaku bagi semua generasi? No way, kata para karyawan dari Generasi Y. Bagi anak-anak muda yang juga disebut sebagai “Generasi Gue” ini, uang dan tunjangan tunai bisa membeli kebahagiaan. Setidaknya, begitulah kesimpulan dari hasil sebah survei terhadap tenaga kerja berusia muda.

Menurut survei yang dilakukan secara nasional di AS oleh Robert Half International dand Yahoo HotJobs, concern utama bagi karyawan Generasi Y, yakni mereka yang berusia tak lebih dari 28 tahun, adalah kompensasi. Termasuk di dalamnya, gaji, tunjangan kesehatan dan dana pensiun. Sekitar sepertiga responden menyebut gaji dan berbagai tunjangan tunai sebagai prioritas utama, berbanding dengan 26% yang menyebut stabilitas pekerjaan dan 23% kepuasan kerja.

“Para profesional dari Generasi Y yang kami survei memiliki fokus oada hal-hal yang bersifat praktis, seperti menabung untuk hari tua dan bisa menyeimbangkan antara kehidupan keluarga dengan pekerjaan,” ujar Senior VP dan Direktur Riset Tempat Kerja pada Robert Half International Reesa Staten.

Lebih jauh, survei tersebut juga menyaring respon mengenai apa sebenarnya yang menjadi concern Generasi Y, antara lain terungkap dalam pernyataan-pernyataan berikut:

1. Memiliki cukup uang untuk membiayai gaya hidup yang saya inginkan

2. Mendapatkan gaji tinggi agar bisa menabung untuk hari tua sekaligus bersenang-senang di masa sekarang

Survei dilakukan secara online dan direspon oleh 1,007 orang karyawan baik tetap maupun paroh-waktu, dan memiliki gelar sarjana maupun masih menempuh pendidikan.

Tags: