SHRM: Media Sosial Paling Populer Digunakan untuk Rekrutmen

Lebih dari separuh praktisi Human Resource di Amerika saat ini menggunakan situs jejaring sosial untuk mencari kandidat, demikian menurut hasil polling Society for Human Resource Management (SHRM).

Polling itu menemukan 56% organisasi sering menggunakan Linkedin, Facebook, Twitter dan situs jejaring sosial profesional lainnya untuk keperluan rekrutmen. Angka ini meningkat dibanding tahun 2008 yaitu 34 persen.

“Perusahaan semakin banyak menggunakan situs jejaring sosial untuk menarik job seeker yang pasif—orang-orang yang tidak sedang secara aktif mencari pekerjaan baru tetapi barangkali akan menerima perubahan bila diberikan peluang yang lebih baik,” kata Mark J. Schmit, Ph.D.,SPHR, direktur riset SHRM.

“Situs-situs ini sangat berguna untuk perusahaan yang mencari karyawan dengan skill dan pengalaman yang spesifik yang mungkin saja sulit mereka temukan dengan menggunakan metode rekrutmen tradisional,” tambahnya.

Alasan perusahaan menggunakan situs jejaring sosial untuk mengidentifikasi aplikan adalah:

–       Untuk mencari profesional yang tidak melamar (84 %)

–       Untuk menggunakan metode yang lebih murah untuk merekrut kandidat (67%)

–       Untuk meningkatkan citra brand (60%)

–       Untuk menarget pencari kerja spesifik pada level karir tertentu, seperti entry-level, manager, atau eksekutif (54%)

Sebagian besar organisasi menggunakan situs Linkedin (95%), diikuti oleh Facebook (58%), Twitter (42%) dan situs profesional lainnya (23%).

Polling SHRM menemukan bahwa organisasi menggunakan situs jejaring sosial untuk merekrut kandidat pada level manajerial dan non manajerial.

Praktisi HR melaporkan bahwa situs jejaring sosial efesien untuk merekrut:

–       Direktur dan manajer (58%)

–       Karyawan non manajerial (58%)

–       Eksekutif dan manajemen atas (52%)

Sebagian organisasi yang saat ini belum menggunakan situs jejaring sosial untuk rekrutmen mengatakan mereka terbuka untuk menggunakan situs-situs itu di masa depan.

Satu dari lima perusahaan tidak menggunakan situs jejaring sosial untuk rekrutmen saat ini tetapi berencana melakukannya.

Hanya 21 persen yang mengatakan mereka tidak menggunakan situs jejaring sosial saat ini dan tidak mempunyai rencana melakukannya di masa depan. Angka ini turun dari 45 persen di tahun 2008.

Tags: