Setelah Resesi, HR Makin Diakui

Dunia HR semakin mendapatkan respek dari jajaran top manager seiring dengan tampilnya mereka di masa krisis, demikian hasil sebuah survei.
Survei dilakukan melalui jajak pendapat atas 900 orang manajer oleh sekolah bisnis Roffey Park di Inggris dan hasilnya menunjukkan, lebih dari dua pertiga setuju bahwa fungsi HR memberikan nilai tambah terhadap bisnis dan berpengaruh.
Pendapat itu berkebalikan dari hasil survei serupa yang diadakan setahun lalu dari lembaga yang sama, yang menemukan bahwa hanya 30% manajer yang mengatakan bahwa HR memberikan nilai tambah bagi organisasi mereka.
Survei baru yang diadakan pada Juli – September 2009 menemukan, 59% mengakui bahwa HR "kredibel", 68% menyebut tentang nilai tambah bagi bisnis, dan 69% setuju jika dibilang HR berpengaruh.
Direktur Riset pada Roffey Park Jo Hennessy mengatakan, fungsi HR "benar-benar mulai mengena" bagi banyak organisasi, dan itu merupakan bagian dari "berkah" iklim ekonomi.
"Resesi telah membuka peluang bagi HR untuk lebih terlibat dalam bisnis dengan melakukan yang terbaik dalam mengelola sumber daya manusia," ujar dia.
"Jajaran manager puncak kini cenderung lebih positif dalam melihat fungsi HR dan mereka sedang bekerja sama dengan HR, serta menyadari dampak darinya," tambah Hannessy.
Namun, pandangan terbelah mengenai seberapa proaktifnya HR, separo menyetujui (bahwa HR proaktif) dan separonya lagi tidak berpendapat demikian.
Kepala bagian transformasi HR pada Public Sector People Managers Association Martin Rayson mengungkapkan keyakinannya bahwa memang telah terjadi perubahan persepsi di kalangan pucuk pimpinan perusahaan terhadap HR berkat situasi ekonomi yang sulit tempo hari.
"Mungkin orang mau tak mau jadi menyadari nilai HR. Orang mulai merasakan tantangan betapa kita dihadapkan pada tuntutan atas kepimpinan yang nyata dalam organisasi, fokus pada kedisiplinan dan keterampilan…hal-hal semacam workforce planning," kata dia.