Sepertiga Karyawan Menilai Atasannya Tidak Mampu Memimpin

Kalau Anda membawahi sejumlah anak buah, jangan buru-buru berpikir Anda seorang pemimpin. Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga karyawan tidak menganggap atasan mereka sebagai pemimpin. Dan, hanya sedikit juga yang percaya bahwa para bos itu memiliki kualifikasi untuk posisinya.

Jajak pendapat atas lebih dari 200 karyawan di Amerika oleh lembaga e-learning SkillSoft menghasilkan gambaran yang suram tentang kepimpinan dan manajemen. Bahwa, dewasa ini keputusaan akan lahirnya pemimpin yang baik semakin bertambah.

Lebih dari 35% karyawan tidak mempertimbangkan bos mereka sebagai pemimpin, dan 30% tidak berpikir bahwa mereka memiliki kemampuan di bidangnya.

Delapan dari 10 responden berusia di bawah 50 tahun, dan 40% dari mereka telah bekerja lebih dari satu dekade di bidangnya masing-masing. Sementara, 6 dari 10 telah bekerja pada perusahaan yang sama selama lebih dari tiga tahun.

Secara khusus, survei menyoroti para manajer yang bekerja di industri terkait IT, di mana mereka mendapatkan penilaian paling bagus dengan hampir dua pertiga karyawan memuji keahlian dan kepemimpinan mereka.

Sementara, untuk para manajer bidang sales dan marketing, hanya separo karyawan yang memuji bahwa mereka memiliki keahlian dan kepemimpinan yang tinggi.

“Para manajer cenderung memiliki sedikit atau tidak mempunyai panduan dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan kepemimpinan yang kuat,” ujar Senior VP bidang Strategi, Pengembangan Korporat dan Peningkatan Bisnis pada SkillSoft John Ambrose.

Dia menyerukan agar para pemimpin perusahaan meluangkan lebih banyak waktu, uang dan tenaga untuk program-program pelatihan perusahaan, baik melalui e-learning atau sarana dan metode yang lain.

Menurut Ambrose, dengan ketersediaan sumber-sumber daya yang diupayakan oleh perusahaan, para manajer akan mendapatkan keterampilan-keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk memandu, mengarahkan dan menginspirasi anak buah.

Hasil dari semua itu, demikian tambah Ambrose, tak lain sebuah organisasi yang lebih berpengetahuan, efektif dan termotivasi.

“Pelatihan manajemen merupakan komponen integral dari upaya meningkatkan produktivitas karyawan, mempertinggi kepuasan kerja, mengurangi turnover dan mempertahankan kesigapan di tempat kerja,” tambah dia.

Sejauh ini, tidak hanya karyawan di Amerika yang memiliki opini negatif terhadap bosnya. Jajak pendapat yang dilakukan Agustus lalu oleh Investors in People juga menemukan, hampir separo karyawan di Inggris menilai bos mereka tidak kompeten, kurang percaya diri atau buruk dalam pengambilan keputusan.

Tags: ,