Separo Manajer Tak Punya Waktu untuk Staf

Kesibukan yang tinggi telah menyulitkan para manajer mengatur dan membagi waktu. Sebuah survei melaporkan hasil yang mengkhawatirkan, bahwa hanya separo manajer yang memiliki waktu untuk berbicara dan memotivasi anak buahnya secara rutin.
Jangan untuk orang lain, memikirkan kepentingan diri mereka sendiri saja ternyata susah. Hanya satu dari 10 manajer yang mengaku punya waktu untuk rileks di luar jam kerja yang padat itu.
Survei yang dilakukan oleh Chartered Management Institute (CMI) di Inggris dan melibatkan 1200 manajer itu secara umum menemukan bahwa 8 dari 10 manajer mengaku menghadapi kesulitan untuk memprioritaskan pekerjaan mereka.
Ditemukan, dua pertiga mengeluh bahwa mereka “tak punya waktu untuk berpikir” dan lebih dari separo kesulitan mencari waktu untuk membuat perencanaan strategis.
Di samping itu, hanya separo yang punya cukup banyak waktu luang untuk staf, meskipun lebih dari 4 dari 10 mengaku sering terjebak dalam politik-politik internal kantor.
CMI mengingatkan, kesibukan keseharian yang luar biasa para manajer itu bukannya tidak mengkhawatirkan. Menurut CMI, hal itu bisa membawa pertumbuhan jangka panjang organisasi berada dalam risiko.
Meskipun 9 dari 10 mengaku sangat termotivasi dan bersemangat tinggi, namun hanya sepersepuluh yang sukses mengelola waktunya untuk rileks di luar jam kerja.Separo mengatakan bahwa menghadapi beban kerja mereka sendiri merupakan tantangan berat, dan mereka mengaku sulit pulang ke rumah tepat waktu.
Separo dari para manajer itu juga menyalahkan budaya organisasi tempat mereka bekerja, khususnya pada “meeting yang terlalu banyak”.
Direktur Marketing dan Corporate Affairs CMI Jo Causon mengatakan, “Dalam iklim dewasa ini, memprioritaskan beragam tanggung jawab dan tugas di tempat kerja adalah tantangan nyata bagi para manajer.”
“Organisasi perlu memberikan dukungan dan lingkungan yang terbuka sehingga individu bisa menggunakan waktu untuk mengembangkan ide-ide segar untuk masa depan bisnis,” saran dia.

Tags: