Selamat Tinggal Karyawan Loyal, Selamat Datang “Kutu Loncat”

Karyawan di Inggris dan Irlandia dilaporkan sebagai yang paling tidak loyal di wilayah Eropa. Mereka berpindah pekerjaan rata-rata setiap delapan tahun. Tapi, dibandingkan dengan di Amerika, mereka masih jauh lebih committed kepada atasannya. Menurut riset yang dilakukan Organisation for Economic Co-operation and Development, karyawan di Yunani cenderung setia sedikitnya dalam 13 tahun, karyawan di Prancis 12 tahun dan Jerman 10 tahun. Sementara, karyawan di Inggris dan Irlandia selalu tergoda untuk pindah-pindah pekerjaan.

Namun, dalam soal loyalitas kerja, karyawan di Amerika tercatat paling rendah: mereka pindah kerja rata-rata setiap empat tahun. Secara khusus, survei tersebut menyoroti kenyataan di Irlandia yang unik, yakni adanya kombinasi antara SDM yang berusia paling muda di Eropa dan booming ekonomi. “Orang menempatkan diri di luar dan bersikap sebagai komoditas individu,” simpul dosen senior Manajemen HR pada Trinity College Dublin kepada Time Irlandia.

Dari haril survei tersebut, kesimpulan besarnya tetap bahwa perusahaan-perusahaan saat ini harus berjuang keras untuk meng-attract dan me-retain karyawan terbaik yang mereka miliki. “Dulu, melihat CV kandidat dan membaca yang bersangkutan telah pindah kerja tiga kali dalam enam tahun, kita menganggap itu tidak wajar. Kini, hal seperti itu biasa. Dulu perusahaan begitu berkuasa dan jika ada orang keluar itu biasanya dipecat, tapi sekarang semua di tangan individu,” tunjuk Keating.

Direktur program doktor pada College of Business and Law di universitas yang sama Prof John Geary menambahkan, faktor usia juga mempengaruhi pergeseran hubungan antara perusahaan dan karyawan dalam soal loyalitas. Dalam hal ini, kekuatan SDM saat ini didominasi oleh anak-anak muda. Geary juga melihat, kompetensi manajemen tidak terlalu menentukan dalam perpindahan kerja di Inggris dan Irlandia, dibandingkan dengan di wilayah Eropa lainnya.

“Di sini, Anda dapat menjadi akuntan, lalu sekolah MBA dan setelah itu bisa menduduki posisi apa saja dalam manajemen industri. Tapi, di negara-negara Eropa lainnya, Anda belajar teknik, ambil master dan PHD di bidang yang sama dan setelah itu juga hanya bisa menduduki posisi tertentu dalam industri tertentu,” papar dia.

Munculnya bidang-bidang pekerjaan baru belakangan ini juga merupakan faktor yang mendorong rendahnya loyalitas karyawan pada pekerjaan atau perusahaan tertentu. Demikian menurut Direktur Pusat Riset Ketenagakerjaan Trinity College Prof James Wickham. Faktor lainnya lagi adalah fakta bahwa pekerjaan tertentu hanya ada untuk waktu sementara ini khususnya pada perusahaan-perusahaan yang baru berdiri dan perusahaan bidang teknologi.

Pertanyaannya sekarang, apakah para pemimpin perusahaan perlu mengkhawatirkan gejala tersebut? Tidak, kata Chairman National Competitiveness Council Irlandia Dr Don Thornhill. Dikatakan, delapan tahun merupakan waktu yang cukup wajar bagi seseorang untuk bertahan dalam satu posisi yang sama. Jika setelah itu pindah, bisa dipahami bahwa yang bersangkutan ingin mencari kesempatan-kesempatan lain yang terbaik, sehingga bisa memaksimalkan potensinya.

Tags: