Selama Ramadhan Jam Kerja Berkurang?

Menandai hari pertama puasa, jalanan di Ibukota tampak tak seramai hari kerja biasanya. Apakah ini terkait dengan kebijakan tentang jam kerja?

Terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa selama sebulan penuh yang dimulai pada hari ini (1/8/2011), beberapa instansi memberikan kebijakan masing-masing perihal jam kerja. Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, menegaskan bahwa tidak akan ada pengurangan jam kerja pegawai negeri sipil (PNS) selama Bulan Suci Ramadhan.

Meski demikian, pemerintah akan memberi toleransi dengan mengubah jam masuk dan jam pulang pegawai. Menurut Agung, kebijakan tersebut juga telah dikomunikasikan dengan Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi. “Jam kerja tetap, yakni 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Yang berubah hanya jam masuk dan jam pulangnya,” kata Agung.

Agung menjelaskan, bila biasanya pegawai masuk jam 07.30 WIB, selama Ramadhan akan ditoleransi masuk pada pukul 08.00 WIB. Sedangkan jam pulang, kalau biasanya jam 15.30 WIB, selama ramadan pegawai pulang jam 16.00 WIB. “Jadi tidak ada yang berubah,” kata Menko Kesra.

Namun demikian di Yogyakarta, aturan ini sedikit berbeda. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 451/2289 tentang Pelaksanaan Jam Kerja selama Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi DIY mengurangi jam kerja bagi PNS.

Dalam SE tersebut dinyatakan, jam kerja selama Bulan Suci Ramadhan tahun 1432 H (2011 M), bagi instansi yang melaksanakan lima hari kerja, hari Senin-Kamis jam kerja pukul 08.00-15.30 WIB dan istirahat pukul 12.00-12.30 WIB. Hari Jumat jam kerja pukul 08.00-14.30 WIB dan istirahat pukul 11.30-12.30 WIB. Sementara instansi yang melaksanakan enam hari kerja, hari Senin-Kamis jam kerja pukul 08.00-14.30 WIB dan istirahat pukul 11.30 – 12.30 WIB. Untuk hari Jumat, jam kerja pukul 08.00-11.00 WIB dan hari Sabtu pukul 08.00-12.30 WIB.

Di Pemkab Lampung, aturan jam kerja juga lebih pendek setengah jam. Pelaksanaan mulai pukul 08.00-15.00 WIB untuk Senin hingga Kamis. Sedangkan Jumat dimulai pukul 08.00-15.30 WIB. Sedangkan selama puasa istirahat dimulai pukul 12.00-12.30 WIB untuk Senin-Kamis, khusus Jumat, istirahat pukul 11.30-13.00 WIB.

Yang agak menyolok justru terjadi di Jawa Timur. PNS yang bekerja di lingkungan Pemkab Sidoarjo, misalnya, mendapat dispensasi jam masuk dan pulang kerja menyusul datangnya bulan Ramadan. Jam kerja PNS hanya jam  08.00 hingga 13.30 WIB atau mendapat kortingan tiga jam dibanding hari biasa. Seperti dimuat di situs resmi DPRD Sidoarjo, menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, Ny Sri Witarsih, pengurangan jam masuk dan pulang itu sesuai dengan surat edaran Gubernur Jatim, Soekarwo.

Dalam surat edaran tersebut, PNS yang melaksanakan lima hari kerja (Senin-Kamis) masuk pukul 08.00 hingga pukul 13.30 WIB. Untuk hari Jumat, PNS harus melakukan kegiatan senam pukul 07.00 tapi masuknya pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB. Sedang PNS yang melaksanakan enam hari kerja (Senin-Sabtu) masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 12.00 WIB. Di hari biasanya, PNS masuk kerja mulai pukul 07.00 sampai pukul 15.15 WIB.

Kalau di instansi pemerintah diberlakukan penyesuaian jam kerja, lantas bagaimana halnya dengan di perusahaan swasta? Agustin B. Prabowo, HCD Manager PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ikut menerangkan kebijakan tentang jam kerjanya. Dengan senang hati, Agustin bercerita bahwa di tempatnya bekerja, khusus selama bulan Ramadhan ada dispensasi jam kerja. “Jam kerja di kurangi satu jam sebagai hadiah,” tutur Agustin bahwa kebijakan ini didukung sepenuhnya oleh manajemen terutama melalui Presdir PSN, Adi Rahman Adiwoso yang dimaksudkan agar bisa berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing.

Agustin juga menambahkan, karena jalanan sekarang sering macet, terlebiih kantor PSN berada di Cikarang, untuk jam kerja pun dirubah. Dari sebelumnya jam 08.00 sampai 17.00, karena puasa menjadi jam 08.00-16.00, dan ini pun digeser menjadi dari 07.30 sampai dengan 15.30. “Dengan aturan ini pun kami tetap berharap karyawan bisa berbuka puasa bersama keluarga di rumah,” tambahnya.

Di PSN sendiri, masih menurut Agustin, waktu reguler jam kerja di luar bulan puasa sudah sebenarnya menerapkan kebijakan flexitime. “Di mana karyawan bisa datang jam 7, jam 8 atau jam 9, tapi pulangmya tergantung masuknya,” imbuhnya. Khusus untuk bagian pelayanan, menurut Agustin masih tetap, malah justru biasanya lebih banyak, karena PSN memang lebih banyak bergerak di sektor jasa, yakni telekomunikasi. “Khusus untuk karyawan yang lembur, khususnya di hari raya, PSN memberikan insentif khusus, sebagai penghargaan bagi mereka yang tetap bersedia aktif bekerja sementara teman-temannya yang lain istirahat,” tukas Agustin.