Atmajaya Gelar Seminar From Local Manager to Global Leader

Makin merosotnya perekonomian di belahan dunia bagian Barat, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Asia. Dalam dua dekade terakhir ini, dunia internasional menyaksikan perkembangan ekonomi Asia yang mengesankan. Lantas, apakah kita sudah siap?

Asia tengah bergeliat. Hampir semua korporasi berskala internasional beroperasi di Asia yang membuat benua ini menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia. Dengan diluncurkannya Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) tahun lalu, globalisasi menuju sebuah era baru, yaitu kerjasama Pan Asia yang akan menciptakan kawasan pasar bebas terbesar ketiga di dunia yang menjangkau populasi global terbesar.

Pesatnya kemajuan ekonomi disertai dengan perdagangan internasional dan investasi asing di Asia membawa korporasi lokal dan multinasional pada kesadaran akan pentingnya mengelola keberagaman masyarakat Asia, mencakup keberagaman ras, etnik, agama, maupun bahasa, baik untuk kalangan internal (pemilik usaha, karyawan, investor) maupun dengan pihak eksternal (suppliers, pesaing, dan pelanggan).

Ada tiga pertanyaan penting bagi pemimpin Asia saat ini. Pertama, bagaimana mengenali kompetensi global tersebut. Kedua, bagaimana mengembangkan kompetensi global untuk efektivitas individu dan organisasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Fakultas Psikologi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, bekerja sama dengan berbagai pihak akan menggelar Seminar Internasional bertajuk “From Local Manager to Global Leader: Building the Global Competence for Asian Leaders in response to the New Globalism”

Menurut Prof. Hora Tjitra, salah satu pengagas seminar ini menyebutkan bahwa dengan adanya seminar ini berusaha memfasilitasi pemimpin Asia untuk mengembangkan kompetensi global mereka. Hal ini menjadi penting karena kemajuan ekonomi yang pesat harus juga diimbangi dengan kepemimpinan yang kuat dan pengembangan talent yang menjamin pertumbuhan yang berkesinambungan. (Baca juga: Prof. Dr. Hora Tjitra: Anak Surabaya yang Kini Melenggang di Negeri China)

“Melalui diskusi dengan tim pembicara, panelis dan moderator yang kompeten, peserta seminar dapat mengembangkan wawasan dan berkesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi tentang kompleksitas kepemimpinan dalam mengelola tim kerja multicultural Asia,” imbuh Hora.

Beberapa pembicara dan moderator dalam seminar yang rencananya akan dihadiri oleh Dr. Mari Pangestu, Menteri Perdagangan RI, sebagai keynote speaker, masing-masing diantaranya adalah Kwan Chee Wei, Executive Director HCLI, Singapore, mantan Regional Director for the Human Capital Group (Asia Pacific) di Watson Wyatt (sekarang TowersWatson), Prof. Dr.Hora Tjitra, Guru Besar Applied Psychology, Zhejiang University, China, Dr. Hana Panggabean, Direktur Sekolah Pascasarjana Unika Atma Jaya, Prof. Bernadette Setiadi, Ph.D, Guru Besar Psikologi Lintas Budaya, Unika Atma Jaya, Ogi Prastomiyono, Director for Compliance and Human Capital, Bank Mandiri, Antonius Saptorahardjo, Direktur HRD PT. Cargill Indonesia, dan Sovia Wirjoprawiro, Finance and Controller, Shell Indonesia and Malaysia.

Seminar ini akan berlangsung pada Rabu, 20 Juli 2011 dari pukul 08.00 – 14.00 WIB, di Gedung Yustinus Lt. 15, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jalan Jend. Sudirman No. 51, Jakarta.

Tags: