SDM sebagai Keuntungan Kompetitif Hanya Lip Service?

Banyak kalangan eksekutif sekarang berapi-api bicara di depan karyawan bahwa sumber daya manusia adalah keuntungan kompetitif bagi perusahaan. Namun, benarkah semua itu sebenarnya hanya lip service saja? “Saya sering mendengar para manajer senior mengatakan, manusia adalah aset terpenting organisasi saya, atau karyawan itu nomer satu dalam organisasi saya. Kedengarannya sih hebat, tapi dalam banyak organisasi, terdapat kesenjangan yang lebar antara retorika dan realita.”

Demikian diungkapkan Direktur Pusat Efektivitas Organisasi pada Universitas Southern California Edward Lawler. Pada buku terbaru yang ditulisnya, berjudul Talent: Making People Your Competitive Advantage, ia menghabiskan 242 halaman untuk menguraikan proses dan prosedur yang diperlukan perusahaan untuk menciptakan apa yang dia sebut “human capital centric organization”.

Menurut Lawler, tidak dapat dimungkiri bahwa umumnya dewan direktur di berbagai perusahaan biasanya terdiri dari orang-orang yang dulunya berkecimpung di bidang keuangan. “Jadi, jika perusahaan ingin benar-benar menjadikan karyawan sebagai keuntungan kompetitif, maka dewan direktur harus dipahamkan dulu mengenai isu-isu talent management dalam perusahaan.”

Di samping itu, lanjut dia, setidaknya ada satu atau dua dari anggta dewan direktur tersebut yang memiliki keahlian HR. “Ini yang jarang saya jumpai,” kata dia.
Lawler tidak menutup mata bahwa tentu saja ada dan bahkan mungkin banyak CEO yang mengerti sedikit tentang isu-isu human capital yang dihadapi perusahaan. Namun, jarang sekali di antara mereka yang memiliki keahlian mendalam mengenai segi-segi HR.
“Jika dewan direktur bergantung pada ahli-ahli keuangan untuk masalah-masalah finansial, kenapa tidak mereka memiliki ahli-hali HR unyuk isu-isu human capital?” tandas Lawler.

Saran Lawler, dewan direktur tidak hanya perlu mencari ahli HR untuk bergabung dengan mereka sebagai anggota, melainkan mereka juga perlu berpartisipasi dalam sesi-sesi training mengenai isu-isu talent management. “Dewan perlu memiliki “komite human capital” untuk menangani isu-isu tersebut,” tekan dia.

Tags: