SDM itu “Software” bagi Inovasi dan Layanan

Inovasi produk dan layanan merupakan "hardware" yang bisa dilakukan oleh perusahaan mana pun asal ada dana investasi. Namun, semua itu perlu "sofware" untuk melaksanakannya, yang tak lain sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Demikian diungkapkan oleh Direktur SDM dan Umum PT Garuda Indonesia Achirina dalam seminar yang mengiringi acara pemberian penghargaan 2009 Indonesia Human Capital Study (IHCS) di Hotel Ritz-Carlton Jakarta Pasific Place, pekan lalu.
Achirina mengungkapkan, di bawah kepemimpinannya sejak 2005, departemen HR Garuda telah melakukan apa yang disebut "trasformasi insan Garuda". Yakni, menerapkan strategi yang terintegrasi untuk menciptakan organisasi yang berkinerja tinggi.
"Kita melakukan transformasi SDM, dari suportif menjadi inovatif, dan dari berorientasi pada aturan menjadi berorientasi pada hasil, yang semuanya itu tentu saja tetap berpedoman pada prinsip-prinsip safety, on time dan service," jelas dia.
Selain itu, tambah Achirina, Garuda juga mengembangkan cetak biru yang komprehensif demi terciptanya budaya perusahaan, lahirnya future leader dan terwujudnya employee engagement.
Menyinggung soal adannya larangan terbang ke Eropa bagi Garuda, Achirina menegaskan bahwa hal itu sama sekali tidak berkaitan dengan kualitas SDM. "Sebab itu kan tidak hanya berlaku bagi Garuda, melainkan larangan itu ditujukan kepada regulator yang dalam hal ini pemerintah Indonesia," papar dia.
Sedangkan mengenai kesan yang telanjur melekat di masyarakat bahwa pramugari Garuda itu "tua-tua", Achirina mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan transformasi dalam hal tersebut.
"Kami menawarkan program pensiun dini bagi pramugari yang sudah berusia 46 tahun, di samping menerapkan trik-trik lain, misalnya dengan memberlakukan body mass index. Kasarannya, bagi pramugari yang nggak bisa menjaga proporsi tubuhnya sehingga gendut, harus keluar," papar dia.

Tags: