Satu dari Sepuluh Orang Bermimpi Untuk Bekerja di Google

Tujuh puluh lima persen orang Australia dan Selandia Baru bercita-cita untuk berkarir di luar negeri, dan menurut riset yang dilakukan Insync Survey, satu dari sepuluh memiliki angan-angan bekerja di Google.

Google menduduki peringkat satu untuk kategori Perusahaan Idaman berdasarkan hasil voting publik, diikuti dengan Virgin Group/Richard Branson, Self, Apple, Qantas, The Walt Disney Company, OMD, Sydney Water, Getaway and Coca Cola.

James Garriock, CEO Insync Surveys menjelaskan bahwa kesempatan mendapatkan pekerjaan di Google sangatlah kecil, tetapi hasil riset membuktikan bahwa Google memiliki branding perusahaan yang sangat efektif.

“Jika dilihat dari tingkat lowongan kerja saat ini, dibutuhkan 11.000 tahun bagi mereka semua untuk mendapatkan pekerjaan di Google. Nah, pertanyaan sesungguhnya adalah bagaimana Google bisa mendapatkan desireability yang sangat tinggi padahal Google tidak pernah mengiklankan diri, tidak menawarkan liburan glamor seperti Qantas, Virgin atau Getaway, dan juga tidak punya produk yang seksi seperti Apple.

Data menunjukkan, meskipun orang Australia saat ini tidak bekerja pada Perusahaan Idaman, mereka memiliki bayangan yang jelas seperti apakah perusahaan idaman itu,” tambahnya.

Menurut survey mengenai Perusahaan Idaman yang dilakukan Insync Survey dan Red Ballon, reputasi brand (41 persen) merupakan faktor utama penentu suatu perusahaan menjadi perusahaan idaman, diikuti oleh budaya perusahaan (39 persen) dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (28 persen).

Ternyata gaji besar atau produk dan jasa yang unik tidak lagi cukup untuk menarik karyawan saat ini, begitu juga dengan penghargaan dan pengakuan (27 persen).

Naomi Simson, Pendiri dan CEO RedBalloon mengatakan, “Reputasi brand adalah bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan. Saat ini karyawan memegang posisi yang kuat dan jika brand perusahaan tidak bisa berlaku sesuai dengan reputasinya, maka karyawan tentu saja bisa mengekspos mitos-mitos negatif tentang perusahaan tersebut.

Perusahaan yang menghindari hal ini adalah perusahaan yang mengaitkan budaya perusahaan yang kuat hanya dengan penghargaan dan pengakuan semata. Namun perusahaan yang memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan untuk menikmati nilai dasar kehidupan – misalnya menjalani aktivitas sosial dengan semangat, akan menciptakan budaya yang tidak dapat dihancurkan dan mereka pun akan dengan senang hati berkoar-koar tentang itu.“

Sumber: HR Magazine

Tags: