Sampai Kapan Buruh akan Demo?

Luviana

Setiap tahun dalam perayaan hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, perwakilan kaum buruh akan turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka. Berbagai pihak bertanya-tanya, apa lagi yang menjadi tuntutan mereka? Bukankah pemerintah sudah menaikkan UMP serta mengabulkan banyak tuntutan buruh sebelumnya. Lalu sampai kapan demo buruh ini akan berlangsung?

Ketika hal itu kami tanyakan pada Luviana, dari komite aksi perempuan, dengan tegas dia menjawab, “Sampai pemerintah dan pengusaha memenuhi janjinya. Selama ini pemerintah meratifikasi sejumlah UU dan peraturan untuk buruh, tetapi ingkar,” tandas Luviana.

Menurut Luviana, ada beberapa sikap yang ingin mereka sampaikan di Hari Buruh. “Secara umum para buruh perempuan mengalami diskriminasi dalam penerimaan upah, asuransi dan fasilitas kerja. Beberapa kasus menandakan bahwa buruh perempuan telah mengalami kekerasan, diskriminasi dan mengalami upaya-upaya pemiskinan,” ujar Luvi.

Menurut mereka hal itu terjadi karena pengusaha/majikan tidak memberikan perlindungan pada buruh perempuan ketika mereka bekerja, sedangkan pemerintah melakukan pembiaran terhadap kasus tersebut.

Pada Hari Buruh ini, komite aksi perempuan yang terdiri dari organisasi buruh, organisasi perempuan, organisasi mahasiswa, hukum, organisasi anak dan sejumlah organisasi masyarakat sipil melakukan aksinya di Bundaran Hotel Indonesia tadi pagi. Ini lah 4 tuntutan mereka:

1. Menuntut pengusaha/majikan memberikan perlindungan kerja terhadap para buruh perempuan. Tidak adanya perlindungan kerja mengakibatkan para buruh perempuan mengalami diskrimasi, kekerasan dan pemiskinan.

2. Menuntut pengusaha/majikan melakukan komitmen sesuai dengan Undang-Undang, Ratifikasi yang menjamin tidak adanya diskriminasi dan kekerasan seksual.

3. Menuntut pemerintah agar tidak membiarkan pelanggaran-pelanggaran, kekerasan, diskriminasi terjadi pada buruh perempuan

4. Menuntut pemerintah menegakkan semua Undang-Undang dna ratifikasi yang terimplemetasi dalam gerakan non-diskriminasi dan non kekerasan terhadap buruh perempuan.

Menurut Luviana perjuangan ini akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi. (*/@nurulmelisa)

Photo Courtesy: Jaringnews.com

Tags: ,