Revolusi Mental, Meng-orang-kan Manusia

Seminar-Revolusi-Mental-ala-Psikologi-UNPAD

Seminar-Revolusi-Mental-ala-Psikologi-UNPAD

Pada hari Minggu, tanggal 8 Februari 2015 di Ruang Multifunction Hall Lt.2 Plaza
Indonesia, Jakarta, Ikatan Alumni Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (IKA Fapsi
Unpad) menyelenggarakan acara Seminar dan Temu Kangen Alumni bertema Revolusi
Mental ala Psikologi Unpad: “Membangkitkan Kemauan Mengubah Diri”.

Ketua IKA Fapsi Unpad, Michael Adryanto di dalam sambutannya menyatakan, acara
temu kangen yang dihadiri oleh 170 orang alumni Fakultas Psikologi Unpad ini tidak sekadar menjadi acara yang menunjukkan kepedulian satu sama lain dan respek antar angkatan, tetapi juga bermaksud memberi inspirasi bagi orang-orang yang hadir di dalamnya untuk melakukan perubahan diri menuju ke arah yang lebih baik.

Dr. Wisnubrata Hendrojuwono, Konsultan Psikologi dan Organisasi yang juga pernah
menjadi Dekan Fakultas Psikologi Unpad periode 1995-1999, menjadi pembicara tunggal di Seminar ini. Dr. Wisnubrata menggarisbawahi bahwa salah satu dari tiga pilar pembangunan manusia menurut konsep Revolusi Mental adalah pembangunan manusia Indonesia yang berkepribadian (berkarakter). Menurut Wisnu, manusia memiliki potensi insani yang luar biasa untuk berbuat kebajikan. Manusia memiliki kesamaan DNA dengan simpanse sebesar 98,6%, yang berarti bahwa manusia harus memiliki perbedaan yang membuatnya menjadi seorang manusia. Dalam istilah Jawa, disebut Nguwongke manungso, yang artinya meng-orang-kan manusia.

Agar seorang individu dapat penuh menjalani fitrahnya sebagai manusia, maka ia
perlu menjadi manusia yang berkarakter. Untuk menjadi manusia yang berkarakter,
seseorang perlu memiliki kemauan yang muncul dari dalam dirinya sendiri, sehingga setiapperubahan yang dimulai dari dirinya akan terwujud dalam perilaku sehari-harinya.

Yang perlu dipahami adalah, bahwa karakter adalah pilihan hidup seseorang. Karakter dibangun setiap saat ketika seseorang dihadapkan pada satu di antara dua pilihan atau lebih.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan kebebasan untuk memilih. Saat
menghadapi situasi yang sama, orang yang berbeda dapat memilih untuk merespons situasi tersebut dengan berperan menjadi pencerah, korban, berhasil sendiri, berhasil bersama, atau pilihan lain. Perilaku yang dipilih oleh seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri. Begitu pula nilai-nilai luhur yang hendak dipegang oleh orang tersebut. Seseorang yang berkarakter baik dan kuat, akan selalu konsisten menjalankan perilakunya dengan baik,meskipun tidak ada orang yang melihatnya. Untuk itulah kemudian para alumni berdiskusi perihal nilai-nilai luhur apa saja yang menjadi keyakinan sebagai manusia.

Setiap orang sebelumnya mengisi lembar kerja yang terdiri dari pertanyaan mengenai karakter, perilaku, kebiasaan hidup dan nilai-nilai luhur. Dari hasil diskusi tersebut, “Mengharukan bahwa nilai luhur Integritas dan Kejujuran menjadi keyakinan utama sebagai landasan perilaku alumni Fapsi Unpad,” kata Wisnu.

Untuk dapat memiliki nilai-nilai luhur tersebut, maka seseorang harus mau untuk
berubah ke arah yang lebih baik. Sebagai alumni Psikologi, sudah jamak bahwa harapannya adalah alumni Psikologi dapat memberikan perubahan bagi orang lain. Namun, Wisnu menyatakan bahwa sebelum kita ingin mengubah orang lain, seharusnya kita mengubah diri sendiri dulu dalam menghadapi orang lain.

“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari hal sekecil apapun, mulai sekarang juga, dan lakukan sampai kapan pun,” kata Wisnu menambahkan.

Nilai luhur Integritas dan Kejujuran yang diusung sebagai landasan utama ini juga
memberikan harapan bagi Indonesia, dan para ahli psikologi pada khususnya- agar menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat Indonesia yang berintegritas, seperti yang diungkapkan oleh Michael Adryanto.

Photo Courtesy: Ferilatief

Tags: , , ,