Retensi Karyawan Lebih Penting daripada Mengontrol Biaya

Berbagai upaya dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya. Dewasa ini, menjaga karyawan senantiasa gembira, tertantang dan termotivasi dalam bekerja bahkan telah menjadi hal yang dianggap lebih penting dibandingkan dengan usaha perusahaan untuk mengontrol biaya.

Demikian hasil penelitian terbaru yang dilakukan MetLife, sebuah perusahaan jasa asuransi dan keuangan di Amerika Serikat. Retensi karyawan diindentifikasi sebagai prioritas terpenting oleh lebih dari separo pengusaha yang menjadi responden survei tersebut. Pengusaha bidang retail (62%) dan sektor jasa (59%) bahkan menempatkan perhatian yang lebih besar atas kebutuhan meretensi karyawan.

Menurut MetLife, dalam lingkungan di mana dua dari 5 karyawan mengaku pindah kerja sedikitnya sekali dalam lima tahun terakhir, terjadi peningkatan kesadaran di kalangan pengusaha akan kebutuhan menaikkan anggaran rencana benefit untuk mempertahankan karyawan.

Studi yang melibatkan 1200 karyawan itu menemukan hubungan yang erat antara berbagai benefit yang diterima dengan kepuasan dalam bekerja. Di antara pekerja yang mengatakan “sangat puas” dengan benefit yang mereka terima, 9 dari 10 menunjukkan tingkat kepuasan kerja yang tinggi.

Tujuh dari 10 karyawan mengatakan, berbagai benefit di tempat kerja merupakan alasan untuk bergabung dengan perusahaan mereka saat ini, dan lebih penting lagi, 9 dari 10 menganggap bahwa itu merupakan faktor penyebab mereka masih bertahan di situ.

Temuan tersebut penting artinya untuk membantu kalangan pengusaha dan HR lebih memahami, mengapa karyawan mereka pergi dan bagaimana menghentikannya.
Sebelumnya, sebuah survei yang dilakukan Salary.com, sebuah lembaga rekrutmen online, menemukan bahwa kaitan antara apa yang di-value oleh karyawan dan apa yang diterima oleh profesional HR merupakan faktor paling penting dalam kepuasan karyawan.

Baik survei MetLife maupun Salary.com menyimpulkan bahwa gaji dan jabatan, melebihi benefit, adalah faktor pendorong keputusan karyawan untuk tetap tinggal di perusahaan. Hampir separo karyawan merasa, mereka dibayar di bawah harapan.

“Retensi karyawan merupakan tujuan utama dari program benefit perusahaan, dan mengontrol biaya-biaya menempati urutan kedua,” ujar salah satu VP MetLife Dr Ronald Leopold.

“Hubungan erat antara kepuasan terhadap benefit dan kepuasaan terhadap kerja mengindikasikan bahwa belum pernah kaum pengusaha mendapatkan tekanan sebesar sekarang ini untuk mengupayakan keseimbangan dan pemanfaatan benefit secara lebih strategis untuk memenuhi dua macam kepuasaan tersebut.”

“Makna dari benefit di tempat kerja belum pernah lebih besar dari era sekarang ini. Dihadapkan pada kompetisi talent yang makin sengit, pengusaha harus melihat benefit sebagai komitmen jangka panjang untuk kepentingan masa depan,” tambah Leopold.

Tags: ,