Retain Gen Y dengan Gaji Besar

satya radjasa

Kenaikan gaji di Indonesia tergolong tinggi sejak 2 tahun belakangan. Pada tahun ini Upah Minimum naik menjadi 2,2 Juta Rupiah. Kenaikan upah ini sontak membuat banyak pengusaha sulit menerima.

“Kenaikan gaji 2 tahun terakhir ini gila-gilaan, di tahun lalu sekitar 30% dan tahun ini 47%,” ujar Satya Radjasa, Senior Consultant Hay Group kepada PortalHR.

Kenaikan UMP ini tentu menggembirakan sebagian pekerja, namun dari sisi pengusaha timbul beberapa masalah di antaranya upah sundulan. “Kenaikan 47% itu sebenarnya belum diterapkan oleh semua perusahaan. Mereka harus melihat dulu pertumbuhan industrinya,” ujar Satya.

Industri yang sedang bertumbuh cepat akan mudah menyiapkan gaji yang sesuai untuk karyawannya. “Saat ini industri yang sedang tinggi grossnya salah satunya Industri Mining. Dalam 3 tahun terakhir mereka menaikkan gaji karyawan sekitar 10-14%,” tutur Satya.

Sementara Telco sedang mengalami masalah dengan Margin. Menurut Satya industri Telco terbentur pada Arpu (Average Revenue per User) dalam 5 tahun belakangan. Sehingga mereka lebih konservatif dalam menaikkan gaji karyawannya.

Sementara untuk industri Bank dan Asuransi kenaikannya lebih kecil, sekitar 9-11%. “Jadi tren kenaikan itu ada keunikan masing-masing. Industri yang memang cenderung lebih slow, mereka akan lebih konservatif untuk menaikan gaji,” tambah Satya.

Pola Reward di Asia Pasifik

Gaji tidak semata-mata akan membuat karyawan engage atau betah. Menurut satya, ada beberapa cara yang bisa digunakan perusahaan untuk meretain karyawan berdasarkan klasifikasi usia mereka.

1. Generasi Young atau Gen Y

Generasi yang terdiri dari para lulusan muda ini ternyata menyukai gaji besar. Berdasarkan survey, Gen Y condong menghabiskan waktunya untuk Lifestyle. “Gen Y akan lari ke perusahaan yang bisa menggaji tinggi mereka, karena mereka tergolong generasi High Tech dan Konsumtif,” ujar Satya. Selain gaji, Promotional Oppurtinity dan Jenjang karir akan mendorong mereka untuk stay.

2. Generasi X atau Gen X

Generasi ini biasanya sudah mempunyai keluarga dan sedang membangun infrastruktur rumah tangga. Sehingga cara terbak untuk mempertahankan mereka adalah memberikan fasilitas loan atau pinjaman. “Untuk meretain karyawan Gen X bisa dengan memberikan hal-hal yang sifatnya loan, seperti COP. Bila itu dipenuhi mereka akan cenderung engage kepada perusahaan,” ujar Satya.

3. Baby Boomers

Generasi yang terdiri dari angkatan tua ini semakin menurun produktivitasnya. Sehingga mereka akan lebih memikirkan masa depan di hari tua mereka. “Baby Boomers akan memilih benefit yang mengarah ke pensiun mereka. Asuransi jiwa seperti tanggungan di hari tua hingga mereka meninggal, akan meretain mereka untuk tetap stay,” ujar Satya. (*/@nurulmelisa)

Tags: , ,