Rekrutmen Lewat Job Expo Lebih Efektif

Arji, 22 tahun, terengah-engah setelah berlarian dari lantai satu hingga lantai empat Kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara (Binus) di Jalan Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, Rabu (28/2/07). “Wah, saya telat,” sesal fresh graduate dari Universitas Yarsi itu.
Hari itu, Binus menggelar job expo yang dibuka mulai pukul 13.00 dan sesuai jadwal, ditutup pukul 17.00 WIB. Tapi, sudah lewat jam 17.00 Arji baru datang. Beruntung, ia masih sempat menitipkan satu berkas lamaran dari beberapa berkas yang telah ia persiapkan.

Sebuah perusahaan jamu dari grup Pharmasi Binangkit, yakni PT Jamu Puspo yang menjadi salah satu peserta expo tersebut, masih mau menerima berkas Arji. “Saya melamar posisi technical support,” aku dia.

Arji hanyalah satu dari ratusan lulusan perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya yang hari ini memanfaatkan kesempatan yang digelar oleh Binus. Dan, PT Jamu Puspo adalah satu dari 79 perusahaan yang membuka “stand” lowongan kerja di hajat tahunan Binus yang ke-9 itu.

Setiap perusahaan peserta expo diberi fasilitas sebuah ruang kelas untuk menampung para pelamar. Namun, ada juga yang menempati gerai terbuka. Beberapa perusahaan, misalnya AIG, tampak menggelar presentasi untuk menarik kandidat. Namun, banyak pula yang sekedar menerima “titipan” berkas lamaran.

Bahkan, ada perusahaan yang tak mensyaratkan kelengkapan berkas, melainkan peminat cukup mengisi formulir. Deni, staf HRD dari Axa Financial misalnya, dengan agresif menyambut setiap pengunjung dengan menyodorkan selembar formulir. “Isi dulu aja, wawancaranya Jumat di Menara Jamsostek,” ujar dia kepada setiap peminat.

Sementara, Manajer HR PT Jamu Pospo, Yuwono tak berani memastikan kapan para pelamar yang telah menitipkan berkas kepadanya akan dipanggil. “Mungkin sebulan lagi, kita harus seleksi dulu,” ujar dia yang hanya bisa menjawab “wah, banyak sekali” ketika ditanya berapa berkas lamaran yang diterimanya.

Melakukan rekrutmen karyawan baru melalui ajang job expo memang sudah rutin dilakukan Yowono. “Setahun dua kali paling tidak.” Menurut dia, job expo dan berbagai bentuk pergelaran pameran lowongan kerja yang diadakan oleh universitas merupakan media yang efektif untuk menjaring calon karyawan baru.

“Setidaknya dari segi biaya nggak mahal,” kata dia seraya membandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk beriklan di koran. Mengumumkan lowongan lewat koran besar memerlukan biaya sekitar Rp 8 juta. “Kalau di sini cuma dua juta,” tutur Yuwono.

Efektivitas dari segi ongkos juga membuat Sampoerna Foundation tak melewatkan kesempatan untuk membuka stand di Binus Job Expo kali ini. Tak tanggung-tanggung, organisasi non-profit yang bergerak di bidang peningkatan kualitas dan akses pendidikan itu menawarkan 15 lowongan posisi, dari resepsionis sampai staf riset.

Tags: