Punya CEO Seleb Tak (Selalu) Menguntungkan

Anda bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh CEO yang terkenal? Anda mungkin ikut merasa bangga menyaksikan pemimpin Anda sering menjadi berita di koran. Namun, menurut sebuah penelitian, CEO “seleb” seperti itu sering hanya glamor dalam penampilan, dan tidak dalam hasil yang nyata. “Mereka yang tergolong CEO selebriti mudah tergelincir dalam kinerja yang buruk disebabkan oleh kesalahan-kesalahan yang terlalu sulit diprediksi,” simpul survei yang dilakukan perusahaan konsultan global BlessingWhite, seperti diungkapkan CEO-nya, Christopher Rice.

“Mereka menanjak seiring perkembangan terbaru harga saham. Namun, jika mereka tidak memahami budaya tempat mereka memimpin, mereka bisa merugikan organisasi yang mestinya mereka sukseskan, karena tergoda oleh capaian-capaian jangka pendek,” ujar Rice. Ketika para CEO seleb itu menjadi berita di koran, Rice memberi contoh, mereka seperti “terputus” dari organisasi. “Mereka begitu intens mengusahakan diri mereka semakin terkenal, dan itu membuat mereka kurang memperhatikan aspek-aspek penting dari budaya organisasi,” jelas dia.

“Riset kami memperlihatkan bahwa budaya organisasi yang sehat merupakan fondasi bagi workforce engagement. Ini penting untuk kesinambungan bisnis baik di masa sulit maupun pada saat-saat yang menguntungkan,” tambahd Rice. Lebih jauh, Rice mengungkapkan adanya kecenderungan buruk yang umum dijumpai pada para CEO seleb dengan segala ego dan keengganan mereka untuk mendengar masukan dari sekitar. Salah satunya, mereka dengan mudah menerapkan sebuah budaya tertentu yang ditiru dari tempat lain.

“Mereka sering membuat kesalagan dengan mereplikasi begitu saja stratagi-strategi yang unggul di pasar atau menerapkan budaya dari perusahaan yang mereka pimpin sebelumnya, tanpa memperhatikan budaya yang sudah ada,” papar dia. Mereka lupa, demikian Rice mengingatkan, bahwa misi dan nilai-nilai membentuk “core” budaya organisasi, dan itu harus sesuatu yang otentik serta unik agar bisa menjadi keuntungan kompetitif. Di samping itu, para CEO seleb juga memiliki kecenderungan malas berkomunikasi.”Mereka lebih suka mengadakan meeting besar-besaran, dengan risiko pesan yang mereka sampaikan akan dianggap oleh karyawan sebagai sekedar retorika untuk menarik kalangan investor dan analis, bukan demi misi organisasi,” kata Rice.

Tags: