PT Freeport Retensi Karyawan dengan Program Beasiswa

PT Freeport Indonesia menyadari tidak mudah menarik perhatian dan mempertahankan karyawan mengingat lokasi operasional perusahaan yang nun jauh di Papua, di daerah remote area pula. Oleh karenanya mereka menempuh berbagai cara untuk meretensi talent antara lain dengan program beasiswa pendidikan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur HR PT Freeport Indonesia Michael Arlantis dalam acara HR Gathering yang diadakan oleh JobStreet Indonesia di Upperroom Annex Building, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/07). Acara tersebut bertajuk “War for Talents: Attraction & Retention Strategies for Indonesia Market” dan menampilkan Michael Arlantis sebagai salah satu narasumber untuk berbagi pengalaman mengenai praktik di Freeport.

Michael menuturkan, inovasi yang dilakukan Freeport untuk menarik dan mempertahankan talent dimulai sejak proses rekrutmen dan seleksi. “Kita punya dua strategi dalam proses awal ini, inward dan outward,” papar dia seraya merinci, outward strategy meliputi iklan lowongan di media massa, referensi,job fair hingga jasa headhunter.

Sedangkan, inward strategy antara lain dengan memberikan paket remunerasi yang menarik, yang meliputi remote location bonus, performance-based reward system, libur dua minggu setiap 6 bulan untuk karyawan lajang dan jatah libur 34 hari pada hari kerja untuk karyawan berkeluarga, serta dana pensiun.

Di samping itu, untuk meningkatkan attraction dan retensi, Freeport juga memiliki apa yang disebut “pre-employment strategies for potensial hire”. “Lewat program ini, kita mempromosikan dan tentu saja sekaligus mengimplementasikan program-program pendidikan untuk find and nurture talent from early stage of people development.”

Lebih jauh dipaparkan, program tersebut meliputi graduate development program hingga aneka program beasiswa untuk pendidikan anak-anak karyawan Freeport dan siswa Papua secara umum untuk studi ke luar negeri, dalam hal ini Australia. “Kita juga ada kerja sama dengan ITB untuk beasiswa program MBA untuk karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambah Michael.

Dalam kesempatan tersebut Michael juga tak lupa menjelaskan bahwa PT Freeport secara aktif merekrut lulusan baru setiap tahun dari semua disiplin ilmu. “Syaratnya tentu saja asal mau bekerja di Papua, selain kualifikasi standar lain seperti kemampuan bahasa Inggris dan komputer,” ujar dia. Michael memastikan bahwa tes untuk menjadi karyawan Freeport juga tidak neke-neko. “Tes pre-screening tertulis, wawancara dan medical check up,” jelas dia.

Tags: ,