PT Dirgantara Indonesia Blak-blakan soal PHK

Melakukan pemutusan hubungan karyawan (PHK) merupakan sesuatu yang paling dilematis bagi pengusaha atau pimpinan perusahaan. Tapi, bagaimana bila hal itu harus dilakukan? Mari belajar dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Manajemen PT DI, yang diwakili oleh Edwin Soedarmo akan berbagi pengalaman tentang PHK di acara HRI Learning Forum edisi Maret, yang akan digelar di Ruang Pertemuan Lembaga Management (LM) FEUI, Salemba, Jakarta, Sabtu (24/3/07) pukul 09.00 – 12.00 WIB.

sesuai dengan temanya, “Managing People Out: Lesson Learned from PT Dirgantara Indonesia”, HRI Learning Forum kali ini akan menekankan bagaimana mengelola PHK agar bisa menyenangkan dan menguntungkan kedua belah pihak, baik karyawan maupun perusahaan.

“Rasionalisasi atau pengurangan pegawai, suka tidak suka adalah realita yang terkadang perlu dilakukan demi menjaga keberlangsungan organisasi. Kita akan sharing, jika memang hal itu perlu terjadi, bagaimana mengelolanya sehingga dapat berlangsung dengan layak bagi semua pihak,” ujar Salaha Harahap dari HRI.

HRI Learning Forum diselenggarakan oleh Yayasan Human Resource Indonesia (HRI), sebuah lembaga nirlaba yang dijalankan oleh sekelompok profesional SDM yang peduli pada peningkatan kualitas manajemen SDM di Indonesia. Digelar rutin sebulan sekali, forum tersebut merupakan hasil kerjasama dengan LM FEUI.

Acara akan dimoderatori oleh Associate Professor in Management, sekaligus Managing Director LM FEUI Budi Soetjipto. Rasionalisasi PT DI telah menyebabkan dirumahkannya 9.643 karyawan. Selain tiga direktur yang tidka menyetujui keputusan itu, dan kemudian mengundurkan diri, Serikat Pekerja Forum Komunikasi karyawan (SPFKK) PT DI juga menolak PHK tersebut dengan alasan apapun.

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung memenangkan gugatan SPFKK dan memerintahkan Dirut PT DI untuk mencabut surat keputusan tentang PHK tersebut. Beberapa kali karyawan PT DI yang di-PHK melakukan demo, baik di Bandung maupun long march ke Jakarta.

Tags: ,