“Promosikan Aku, atau Aku Keluar!”

Barangkali Anda merasa, baru kemarin meng-hire mereka. Tapi, karyawan “baru” Anda itu sudah minta kenaikan jabatan. Jangan kaget. Menurut penelitian, dalam waktu enam bulan sejak pertama kali bekerja, hampir separo dari karyawan berpikir bahwa mereka pantas dipromosikan.

Yang lebih mengejutkan, mereka tak segan-segan pindah ke kantor lain jika tak mendapatkan kenaikan jenjang karir yang diinginkannya. Studi tersebut dilakukan oleh Investors in People (IIP) atas 1.300 pekerja di Inggris. Ditemukan, tiga dari lima karyawan merasa bahwa keluar dari pekerjaannya yang sekarang merupakan satu-satunya cara untuk bisa meningkatkan jenjang karir.

Seiring datangnya Tahun Baru, umumnya perusahaan sedang sibuk-sibuknya melakukan review kinerja dan promosi tahunan. IIP menemukan bahwa proses promosi di sejumlah perusahaan diwarnai dengan budaya kerahasian, kecurigaan dan minimnya komunikasi.
Lebih dari separo karyawan mengatakan, pendekatan yang dilakukan organisasi mereka dalam soal promosi masih menyisakan misteri bagi mereka. Dan, lebih dari tiga perempat tidak punya gambaran bagaimana perkembangan peran mereka terkait dengan prospek-prospek promosi.

Lebih jauh, 18% mengatakan, meskipun alasan-alasan dijelaskan oleh perusahaan, mereka tidak bisa memahaminya. Direktur IIP Inggris June Williams mengatakan, “Penelitian ini dengan gamblang menggarisbawahi bahaya-bahaya dari komunikasi yang buruk.”
“Pengusaha memang tidak harus selalu dalam posisi yang siap memberikan promosi, tapi cara dia meng-handle masalah ini bisa memberi pengaruh yang besar bagi motivasi karyawan. Para bos perlu lebih memperjelas penyediaan kesempatan-kesempatan dan menciptakan rencana aksi yang jelas untuk membantu karyawan mencapai tujuan-tujuan mereka.”

June Williams juga menegaskan, para manajer harus ingat bahwa promosi itu bukan sekedar soal jabatan baru atau kenaikan gaji. “Bagi banyak karyawan, diberi tanggung jawab baru itu lebih penting,” ujar dia. Ditambahkan, tanpa tantangan-tantangan baru, godaannya adalah mencari progresi baru dengan pindah ke perusahaan lain.

Bila sudah begitu, menurut Williams, masalahnya bukan sekedar waktu dan uang yang harus disediakan oleh pengusaha untuk mencari pengganti mereka. Tapi, diperlukan dana lain lagi, yakni kompensasi untuk membahagiakan talent baru. Ketika ditanya bagaimana bos mereka menyediakan proses promosi bagi karyawan, lebih dari separo mengatakan bahwa mereka ingin panduan yang jelas untuk staf di semua level.

Tags: ,