Promosi Bisa Jadi Awal Kepergian Karyawan

Mendapat promosi dari perusahaan barangkali merupakan pengalaman paling menantang bagi setiap karyawan. Namun, ada kabar buruk. Menurut sebuah studi baru, promosi bisa menjadi langkah awal bagi karyawan untuk meninggalkan perusahaan.

Riset yang dilakukan DDI, sebuah lembaga konsultasi HR, menemukan 6 dari 10 manajer menempatkan tantangan-tantangan yang berasosiasi dengan keamanan transisi karir sebagai langkah awal yang paling mendekati “perceraian” karyawan dengan perusahaan.

Managing Director DDI Steve Newhall mengatakan, “Ini cerita yang sudah tidak asing lagi. Anda bekerja dengan sangat keras untuk mendapatkan promosi dan (ketika mendapatkannya) Anda begitu bergairah dengan peran baru itu.”

Tapi, cerita tidak berhenti sampai di situ. “Lalu, tiba-tiba kenyataan bicara: Anda ragu dengan apa yang sebenarnya diharapkan orang dari Anda; kehilangan aspek-aspek dari peran baru yang akhirnya Anda miliki itu, tanpa jaringan kolega yang terpercaya dan berbagai politik yang menyelubungi lingkungan grup baru Anda.”

Banyak perusahaan umumnya hanya terfokus pada pengembangan hard skill untuk para pemimpinnya. Padahal, dalam situasi transisi jabatan seperti itu dibutuhkan keterampilan yang lebih soft. Yakni, pemahaman bahwa peran baru membutuhkan cara berpikir yang berbeda.

Menurut DDI, dalam menghadapi transisi peran akibat kenaikan jabatan, kecerdasan emosional dan perubahan cara berpikir untuk membangun jaringan baru dan kerja sama lebih diperlukan ketimbang keahlian teknik.

Seorang manajer mengungkapkan dalam survei tersebut, “Menghadapi rasa iri dari temen sekerja atau bahkan bos jauh lebih sulit. Kita harus membangun kembali pikiran kita bahwa orang-orang itu ada untuk membantu. Kadang-kadang mereka ada untuk membuat Anda gagal.”

Politik Kantor

Berbagai “kebijakan politik” di tempat kerja memainkan peran besar dalam kegelisahan karyawan pada masa transisi jabatan. Faktor “politik kantor” tersebut menyebabkan separo kalangan level pemimpin dan sepertiga level kedua tidak bisa mengelola tantangan (kenaikan jabatan) itu secara efektif.

Kalangan manajer juga menghadapi kendala dalam memantapkan jaringan baru yang sesuai dengan level mereka. Pada level pemimpin senior, kendala yang sama bahkan dianggap sebagai tantangan terberat. Pada semua level pemimpin, kemampuan untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik merupakan tantangan terberat di masa transisi jabatan.

“Orang-orang sangat rentan pada titik ketika mereka mengalami peningkatan jenjang karir dari satu tingkat ke tingkat yang lain,” kata Newhall.

“Ketakutan yang melanda selama fase transisi menciptakan memang bisa memacu semangat untuk belajar, tapi sekaligus juga berisiko tinggi, karena individu tiba-tiba sepenuhnya berada dalam wilayah baru, baik dalam apa yang diharapkan untuk mereka penuhi maupun dengan siapa mereka harus memenuhinya,” tambah dia.

Pada akhirnya diingatkan, jika organisasi tidak mencermati fase tersebut, dan menyediakan dukungan yang memadai selama masa itu, orang bisa terjebak dalam transisi selamanya, dengan satu kaki tertinggal di wilayah jabatan sebelumnya dan satunya lagi di wilayah jabatan yang baru.

Tags: ,