Program Studi di SMK Buka-Tutup Demi Kebutuhan Dunia Kerja

Sekolah menengah kejuruan dituntut responsif menyikapi perubahan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Risikonya, buka-tutup program studi menjadi hal yang lumrah. Hal ini antara lain terjadi di SMK-SMK di Kota Tangerang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 2 Kota Tangerang Sunaryanto, Senin (15/6/09) membenarkan, SMK mesti tanggap merespons dinamika masyarakat, yaitu tren kebutuhan pasar kerja. Dicontohkan, SMKN yang dipimpinnya yang fokus di bidang pertanian, beberapa tahun terakhir memperluas bidang keilmuan.

”Sejak 1999-2000 muncul proram re-engineering di pemerintah. Kami melikuidasi program mekanisasi pertanian. Jurusan baru, Teknik Mekanika Otomotif, dibuka,” ungkap dia seperti dilaporkan Kompas. Tahun-tahun berikutnya muncul jurusan baru di SMK yang berdiri pada 1975 ini, yaitu Analis Kimia.

”Kalau di pertanian terus kan ada jenuhnya. SMK adalah media tenaga kerja, maka harus bisa melihat faktor demand kerja. Sekarang kami lihat bidang otomotif sebetulnya sudah mulai jenuh. Perlu ada antisipasi, salah satunya Analisis Kimia ini,” imbuh Sunaryanto.

Menurun

Dalam beberapa tahun terakhir, minat calon siswa di bidang pertanian terus menurun. Pada 2002-2005, Jurusan Pertanian di salah satu eks Sekolah Tinggi Menengah Pertanian ini sempat tidak dibuka karena tidak ada peminat. ”Pernah, satu kelas hanya diisi tiga orang dari daya tampung 36,” ujar Sunaryanto.

Namun, ia mengklaim, empat tahun terakhir kondisinya membaik, meskipun kondisi ini tidak berlaku bagi eks STM Pertanian lainnya di Tanah Air. ”Beberapa SMK pertanian di daerah lain sudah tutup. Siswa pun lari ke sini. Ada yang dari Lampung, Garut, dan Pandeglang,” kata dia.

Di mata sejumlah siswa, Jurusan Pertanian memang dianggap kurang menjanjikan karena terbatas lapangan kerjanya. ”Ada tetangga sampai sekarang masih menganggur. Padahal, sempat ke luar Jawa kerjanya,” tutur Kuswanto (16), seorang siswa SMK.

Ia pun lebih memilih mengambil jurusan Teknik Mesin. Siswa asal Sangiang, Kota Bumi, Tangerang ini memilih SMK agar bisa cepat mendapat kerja. ”Ya, supaya bisa segera membantu orangtua. Saat PKL (praktik kerja lapangan) kami juga dapat uang,” ujar dia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 4 Sutarjiwo mengungkapkan, buka-tutup program studi adalah hal biasa di SMK. Berturut-turut prodi Survei Pemetaan dan Teknik Pemanfaatan Motor Listrik pernah ”dihabiskan” alias ditutup dan dievaluasi kurikulumnya. Di sekolah ini, Teknik Mesin paling diminati, dengan perbandingan 1:5 antara daya tampung dan peminat.