Program D1 Multistrada, Di Sini Tempat Belajar Ilmu Ban

Pemukulan gong oleh Presiden Direktur PT MASA Tbk

SATU LAGI institusi pendidikan berbasis komunitas hadir di tanah air. Adalah Akademi Komunitas Multistrada (AK-Multistrada), sebuah lembaga pendidikan yang akan menggembleng siswanya menjadi SDM andal di bidang manufaktur ban, bergelar D1 melalui program Tire Manufacturing Technology.

AK-Multistrada berdiri atas inisiatif dan komitmen PT Multistrada Arah Sarana (MASA), Tbk, diresmikan pada 31 Januari 2013 yang lalu oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), didampingi Presiden Direktur PT MASA, Pieter Tanuri. Kampus AK-Multistrada terletak di Cikarang, Bekasi.

Selain menjadi perguruan tinggi yang menjalankan program D1, AK-Multistrada juga menyediakan program vokasional bersertifikasi yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan industri. Program vokasi bersertifikasi ini bertujuan untuk dapat memberikan kesempatan bagi calon-calon mahasiswa agar dapat berpartisipasi dalam sebuah program yang didesain untuk menciptakan lulusan yang berkompetensi sesuai dengan kebutuhan industri. Saat ini konsentrasi yang diajarkan di AK-Multistrada yakni Compound Semi Manufacturing, Tire Building, Curing dan Finishing.

Hadirnya AK-Multistrada sebagai salah satu community college, tentu saja membawa angin segar bagi pendidikan nasional, di mana lulusannya diharapkan menjadi tenaga-tenaga terampil yang siap pakai di bursa kerja. Ini pula yang ditegaskan oleh Wayah S Wiroto, Direktur AK-Multistrada, bahwa akademi yang baru saja diresmikan ini, juga sebagai salah satu strategi dalam mendukung pertumbuhan bisnis PT MASA.

“Agar dapat menjamin kualitas sumber daya manusia yang bekerja di perusahaan kami, maka calon-calon operator mulai distandarisasi kompetensinya sesuai dengan kompetensi operator di sebuah perusahaan multinasional,” tutur Wayah penuh semangat.

Tak heran jika jerih payah PT MASA melahirkan AK-Multistrada, mendapat apresiasi dari pemerintah. Melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, pemerintah menyambut baik pendirian akademi komunitas yang membantu salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Djoko pun menjelaskan, bahwa pendirian akademi komunitas merupakan salah satu strategi untuk menguatkan pendidikan vokasi sebagai salah satu amanat Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012.

Djoko menambahkan, meningkatkan dan memajukan taraf pendidikan masyarakat Indonesia memang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, namun elemen masyarakat juga harus ikut terlibat dalam proses tersebut. “Salah satu bentuk partisipasi tersebut adalah dengan ikut mendirikan Akademi Komunitas, dan kami memberikan apresiasinya yang tinggi kepada pihak swasta maupun dunia industri yang ikut terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia,” sebut Djoko.

Dengan adanya pendirian akademi komunitas oleh dunia industri, lanjut Djoko, diharapkan terciptanya link and match antara apa yang diajarkan di dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, dengan menerima penduduk setempat sebagai mahasiswa, akademi komunitas juga dapat mempersempit kesenjangan ekonomi yang terjadi antara dunia industri dengan masyarakat sekitar. (*)

Tags: